22 Oktober 2020

Aliansi Mahasiswa Lampung Bergerak Kembali Lakukan Aksi Damai Tolak Omnibus Law

Aliansi Mahasiswa Lampung Bergerak Kembali Lakukan Aksi Damai Tolak Omnibus Law

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung Bergerak menolak undang-undang cipta kerja omnibuslaw kembali terjadi di Tugu Adipura, Rabu (14/10/2020).

Presiden Mahasiswa Unila, Irfan Fauzi mengatakan aksi kali ini selain untuk melakukan penolakan terhadap undang-undang cipta kerja omniboslow juga untuk mengklarifikasi dan mengecam tindakan pada aksi 7 oktober 2020.

“Yang ingin kita tegaskan dalam Aliansi Mahasiswa Lampung Bergerak adalah tuntutan kami menyoal kondisi bangsa saat ini yang pertama mendesak presiden Jokowi mengeluarkan perpu untuk mencabut undang-undang cipta kerja omnibuslaw, kedua menjamin kesejahteraan buruh di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Baca Juga:   Eva Dwiana Sudah Kantongi Nama Calon Wakil Pilwalkot

Ia menambahkan untuk peristiwa 7 oktober 2020 itu adalah menjadi aksi kita (mahasiswa) yang di nodai dengan kericuhan dan anarkisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dibenturkanya mahasiswa dengan aparat adalah tindakan yang seharusnya tidak terjadi.

“itu bukan bagian dari kami mahasiswa Lampung. Baik dari universitas manapun tidak ada yang melakukan tindakan anarkis karena kami berangkat menggunakan sistematis dan terukur serta menggunakan almamater. Mahasiswa tidak merencanakan tindakan yang anarkis. Mahasiswa melakukan aksi sampai 16.20 wib, sisanya yang malam dan 8 Oktober itu bukan bagian dari mahasiswa Lampung, ” bebernya.

Baca Juga:   Polda Lampung Tahan Dosen Unila Diduga Cabul

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa aksi mahasiswa pada hari ini berlandaskan dengan nafas perjuangan intelektual, bermoral dan kembali kejalan yang damai.

“Untuk menghindari penyusupan yang terjadi seperti tanggal 7 oktober 2020 hari ini kita melakukan aksi damai,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa lampung yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung Bergerak akan terus bergerak sampai dicabutnya undang-undang cipta kerja omnibuslaw. Melalui mendikbud ataupun forum rektor, kami menuntut jangan ada pembatasan ruang untuk berekspresi dan menyatakan pendapat untuk siapapun itu.

“Jadi pergerakan kita bukan hanya soal turun ke jalan, tetapi kita akan lebih menganalisis dan mengakaji lebih dalam undang-undang cipta kerja omnibuslaw itu. Karena sampai hari ini pemerintah tidak mengeluarkan salinan asli dari draft undang-undang cipta kerja, keluar berkali-kali. Dan hari ini yang kita dapatkan sekitar 805 halaman sehingga kita akan mengakaji lebih dalam dan akan kita sampaikan kajian intelektual dari mahasiswa Lampung tersebut.” jelasnya.

Baca Juga:   Manchester United Cetak Rekor Gol Bunuh Diri Di Liga Champions

Diketahui dalam aksi Mahasiswa Lampung Bergerak ini, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol. Yan Budi, Komandan Kodim 0410 letkol inf.Ramos Herlandes turun langsung menemui mahasiswa. (Din/RF)

Tags: , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan