8 Desember 2022

Gojek Lampung Intimidasi Wartawan

Gojek Lampung Intimidasi Wartawan

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Pihak kantor GO-JEK Lampung mengintimidasi dan melarang wartawan meliput terkait adanya oknum Driver yang tertangkap tangan oleh Ketua URC GO-JEK Lampung. Rabu (17/11).

Hal tersebut terjadi saat para wartawan mengunjungi kantor GO-JEK untuk mempertanyakan terkait penangkapan calo GO-JEK. Namun, pihaknya membantah dan mengusir para wartawan dengan nada tinggi.

“Ini dari mana?! Gak pake media-media, ngapain pake media. Siapa yang mengatakan ada penangkapan, siapa?! Siapa yg minta tolong untuk telpon dari media?!” Tanya Driver Engagement GO-JEK Lampung, Riski kepada wartawan, Selasa sore (16/11).

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak mengizinkan media untuk menanyakan penangkapan ini.
“Ada suratnya kesini? Kalo gak ada pulang ya!” cetus dia.

Kemudian, saat tim wartawan ingin menyerahkan surat tugas kepada pihak GO-JEK, Riski kembali berdalih, “Emang surat tugasnya harus ke kantor gojek? Tidak ada arahan kesini kan? Iya memang kitanya boleh tidak?! Kitanya kan tidak mengizinkan!” seru dia dengan arogan.

Baca Juga:   MINGRUM GUMAY TERIMA SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI DARI PENGURUS P3A

“Siapa yang nyuruh kamu orang meliput,? ujar Rizki yang tak menanggapi konfirmasi wartawan. Dia langsung masuk ke kantor dengan alasan ada Meeting.

Saat kejadian yang tidak berprikemanusiaan ini terjadi, adanya saksi mata, Bogel, dari Unit Reaksi Cepat (URC), yang telah melihat langsung kejadian saat para wartawan dari Lampung Segalow dan Lampung One dihardik oleh Riski.

Kedua wartawan akan menuntut manajemen GO-JEK Lampung menyikapi larangan dan hardikan Riski. Wartawan peliput akan melapor ke pihak berwajib karena hal ini tidak sesuai dengan UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Baca Juga:   Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

Sebelumnya, kejadian ini berawal dari Ketua URC Komunitas GO-JEK Lampung, Edi Purnama alias Edi Sorban, menangkap jual beli akun GO-JEK oleh anggota Asosiasi Driver Ojek (ADO) Online.

Apri, anggota ADO, tertangkap URC Lampung saat transaksi di pelataran parkir Indomaret Jalan Wolter Monginsidi, Selasa (16/11) Pukul 13.00 WIB.

Menurut Edi Sorban, praktek jual beli akun sudah tercium sebulan ini lewat sosial media Facebook (FB). “Kita pancing Apri dengan pura-pura ingin membeli akun, senilai Rp1.2 juta,” terang dia.

Dino, anggota URC Lampung yang maju membeli akun yang ditawarkan Apri. Usai transaksi itu, Tim URC GO-JEK Lampung akhirnya mengamankan Apri untuk diserahkan ke kantor GO-JEK Lampung.

Baca Juga:   OPTIMALISASIKAN PEMOLISIAN MASYARAKAT, SAT BINMAS POLRESTA BANDARLAMPUNG DIALOG HADIRKAN 3 PILAR

“Jual beli akun itu merugikan perusahaan GO-JEK itu sendiri,” ujar Edi Sorban kepada Lampung Segalow.

Namun sempat Edi Sorban bersitegang dengan Satgas GO-JEK karena tidak diizinkan masuk ke kantor. Dia merasa aneh, ada apa penjual akun GO-JEK dengan petugas Satgas.

Eko, Satgas GO-JEK Lampung, mengatakan tidak tahu menahu dengan adanya jual beli akun yang dilakukan oleh oknum Driver Ojek Online. Mereka hanya tidak membenarkan jual beli akun.

“Mereka yang ketahuan, akan mendapatkan tindakan tegas dari kita, bisa saja pemutusan kerjasama, dan juga bisa dilaporkan ke pihak berwajib,” ujar Eko.
(Din/AA)

 256 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan