Herman HN: Utamakan Siswa Miskin SMPN: Utamakan Anak Borju

Herman HN: Utamakan Siswa Miskin SMPN: Utamakan Anak Borju

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Nampaknya ada pemahaman berbeda soal siapa yang harus diprioritaskan pada Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN di Bandarlampung, tahun ini.

“Sekolah-sekolah wajib mendahulukan peserta didik melalui jalur afirmasi atau Biling (Bina Lingkungan),” begitu pesan Wali Kota Bandarlampung Herman HN, soal PPDB serentak antara 29 Juni – 2 Juli 2020.

Titah itu dipegang teguh setidaknya oleh dua sekolah di Kelurahan Rawalaut, Kecamatan Tanjungkarang Timur. Yaitu, SMPN 1 di Jl. Mister Harun No.30 dan SMPN 23 di Jl. Jend. Sudirman No.76.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Dorong Sinergitas Peningkatan Ekspor

“Jalur Afirmasi kita samakan dengan Biling. Afirmasi memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sedangkan biling berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan,” kata Kepala SMPN 23 Bandarlampung Irwan Qolbi, Selasa (30/6/2020).

“Ada dua metode pendaftaran yaitu online dan offline,” lanjut Sekertaris PPDB SMPN 1 Bandarlampung M. Rifai, di hari yang sama.

Usai melalui proses-proses tersebut, pihak sekolah akan melanjutkan PPDB jalur zonasi hanya melalui sistem online antara 2 hingga 8 Juli mendatang.

Namun, belum lagi merampungkan jalur afirmasi dan billing, para orang tua yang sebagian besar dari kalangan tak mampu ini sudah terkendala.

Baca Juga:   Festival Kopi Lampung Barat 2019 "Indonesia Negeriku Lampung Barat Kopiku"

Di antaranya, kesulitan mengakses laman http://bandarlampung.siap-ppdb.com. Mengingat ponsel mereka rata-rata belum berbasis android atau operating system-nya tak ideal untuk koneksi internet.

Sehingga harus mendaftar manual ke sekolah. Bahkan ada yang meminta tolong pada kerabat yang memiliki ponsel pintar untuk mendaftar online.

“Mudah-mudahan bisa masuk jalur online. Karena, saat saya ke sekolah pihak panitia menyatakan kehabisan formulir pendaftaran,” keluh Cocom, salah seorang wali murid.

Kesulitan yang ditemui wali murid dari kelompok tak mampu ini, kemungkinan besar tak akan dijumpai saat jalur zonasi mulai dibuka kelak.

Baca Juga:   Hadimulyo Wajib Pajak Teladan

Umumnya, yang memilih jalur ini memiliki gadget flagship atau ponsel berbasis android keluaran terbaru dengan spesifikasi hardware dan software up to date.

Bahkan tak sedikit di antaranya yang juga memiliki perangkat komputer canggih di rumahnya.

Jadi, meskipun tiap sekolah diminta mendahulukan kalangan miskin, tetapi kemungkinan besar harapan tersebut tak tercapai.(din/rf)

Tags: , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan