Jokowi & Ridho Resmikan Tol Sumatera

Jokowi & Ridho Resmikan Tol Sumatera
Presiden Joko Widodo dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

 

BANDARLAMPUNG – Minggu (21/1/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo meresmikan jalan Tol Trans Sumatera.

Adapun ruas yang diresmikan adalah ruas Bakauheni-Terbanggi Besar seksi I dari Pelabuhan Bakauheni ke Simpang Susun Bakauheni dan seksi V dari Lematang ke Kota Baru.

Dalam prosesnya Ridho mamacu akselarasi pembangunan JTTS dengan membentuk Tim Percepatan Pembangunan JTTS, yang bersinergi bersama Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4P), supaya pembangunan JTTS dapat diselesaikan sesuai dengan target yang ditentukan.

Tidak hanya itu, untuk mensukseskan pembangunan JTTS, Pemprov juga dengan sukarela melepas lima aset yang dimiliki berupa lahan sebagai bentuk konsekuen dan konsistensi dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan JTTS.

Baca Juga:   Jokowi Disambut Kader KIK Lampung

Pada sisi lain, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) I Gusti Ngurah Putra mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembangunan ruas Tol Trans Sumatera Seksi I yang panjangnya 8,90 km dan Seksi 5 sepanjang 5,64 km.

“Seksi 1 merupakan bagian pengerjaan paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, sedang seksi 5 merupakan bagian paket 2 Sidomulyo-Kota Baru,” ujar Putra, Sabtu (20/1).

Pengerjaan jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dilakukan melalui sinergi BUMN, yakni antara Hutama Karya dengan 4 BUMN konstruksi lainnya, yaitu PP, WIKA, Waskita Karya, dan Adhi Karya.

Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,938 km terbagi dalam empat paket. PT PP (Persero) Tbk mengerjakan paket 1 dari Bakauheni ke Sidomulyo sepanjang 39,40 km, PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun paket 2 dari Sidomulyo ke Kotabaru sepanjang 40,6 km.

Baca Juga:   Ridho Tinjau Proyek Pesisir Barat

Sementara itu, PT AdhiKarya (Persero) Tbk menggarap Paket 3 dari Kotabaru ke Metro sepanjang 29 km dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengerjakan paket 4 dari Metro ke Terbanggi Besar sepanjang 31,93 km.

Putra meyakini dalam mengerjakan keseluruhan paket pembangunan ruas jalan tol tersebut, pihaknya optimis dapat menyelesaikan sesuai target. Pengadaan tanah hingga kini, sudah 95,02 persen dan pengerjaan konstruksinya telah mencapai 65,65 persen.

“Melalui sinergi BUMN yang sudah terjalin sejak awal, kami optimis bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu,” jelasnya.

Biaya pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar mencapai Rp16,8 triliun, dan porsi modal atau ekuitasnya sudah tercapai 52 persen, yakni melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015/2016 sebesar Rp 2,2 triliun, serta melalui penerbitan obligasi Hutama Karya secara bertahap sebesar Rp 6,5 triliun.

Baca Juga:   Relawan Ridho-Bachtiar Gratiskan Santap Sahur

“Sementara sisanya sebesar 48 persen dipenuhi melalui skema pinjaman investasi dari 7 bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero),” jelasnya.

Pada 27 Desember 2017, Hutama Karya menerima pinjaman dari tujuh sindikasi perbankan yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia, dan Bank Permata sebesar sekitar Rp 8 triliun.

“PT Sarana Multi Infrastruktur akan menyediakan stand-by loan untuk membantu perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya apabila terjadi defisit cash flow selama masa operasi tol,” jelas Putra.(MD/FS/RA)

Tags: , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan