Syekh Ali Jaber Minta Polisi Usut Tuntas

Syekh Ali Jaber Minta Polisi Usut Tuntas

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Ulama Syekh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan ketika sedang mengisi tabligh di Masjid Falahuddin dalam program satu juta hafidz di Lampung, Sukajawa, Tanjung Karang Barat (TKB) meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Harapan saya kasus ini ditindak lanjuti dan diseriuskan dalami kasus ini dengan baik. Fokus, konsentrasi, di proses, jangan sampai kasus ini terlalu cepat ditutup dengan alasan gangguan jiwa. Saya tidak terima ini,” tegas Syekh Ali Jaber saat konferensi pers di RM Baba Royan Cafe n Resto Jalan P. Emir M. Noer, Durian Payung, Senin (14/9/2020).

Menurut Syekh Ali Jaber, ia tidak dapat menerima ketika sang pelaku dinyatakan menderita gangguan jiwa, karena perilaku pelaku saat melakukan penikaman terhadap saya tidak menggambarkan adanya gangguan jiwa.

Baca Juga:   Danrem 043/Gatam Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

“Ketika kejadian, saya pandangi matanya dan saya melawan dia, dia bukan orang-orang yang ada gangguan jiwa. Apalagi dengan tenaga yang begitu kuat sementara badannya kurus kecil tetapi dia bisa, dan menurut saya ini orang terlatih dan bukan sembarang orang,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia mengatakan pisau yang diarahkan kepadanya ditujukan kebagian leher namun atas izin Allah SWT pisau tersebut hanya mendarat di lengan kanan sedalam 8 cm.

“Dia (pelaku) ingin mencabut pisau yang sudah menancap di tangan kanan saya dan menusuk lagi ke arah leher. Tapi Allah SWT menggerakkan badan saya sehingga saya gerakkan dan lawan hingga pisaunya patah di dalam lengan kanan saya,” terangnya.

Baca Juga:   Kapolresta Bandar Lampung Serah Terimakan Jabatan Kapolsek Sukarame

Syekh Ali Jaber menambahkan kejadian yang menimpa dirinya hari Minggu sore oleh pelaku mengakibatkan lengan sebelah kanan mendapatkan jaitan. Menurut dia, pisau pelaku patah dan ia sendiri yang mencabut pisau tersebut.

“Ketika musibah ini terjadi, saat saya melepas pisau yang tengah masuk di dalam lengan saya menggunakan tangan kiri. Saya melihat jamaah sudah mengerumuni pelaku, saya sempat meminta jamaah untuk menyelamatkan dia (pelaku), dan amankan,” ungkapnya.

Syekh Ali Jaber berharap kejadian serupa tidak akan terulang lagi dan menimpa ulama lainnya serta ia juga berharap jangan berburuk sangka terhadap masyarakat Lampung atas kejadian ini.

“Dan kalau ada isu yang mengatakan fitnah Lampung daerah radikal dan kekerasan, saya percaya seluruh masyarakat muslim Lampung mencintai kedamaian, mencintai kebersatuan. Dan kita menganggap kejadian ini untuk terus melakukan jihad untuk menyiarkan agama Islam,” pintanya.

Baca Juga:   Polda Lampung Gulung 63 Tersangka

Lebih lanjut, ia mengatakan jangan sampai terpancing dengan hal-hal publikasi yang menimbulkan perasaan yang tidak enak (su udzon) kepada orang lain karena Lampung cinta damai.

“Sepanjang kami datang kesini, selama 12 Tahun di Indonesia , kami tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi hal-hal yang memecah belah umat justru kita ingin mempersatukan umat dan kita selalu menegakkan kebersamaan di bawah bendera merah putih, NKRI kita satu,” bebernya. (Din/RF)

Tags: , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan