Tidak Miliki Izin Lingkungan, DLH Kota Bandar Lampung Layangkan Surat Teguran ke Toko Cat Mitra Depo

Tidak Miliki Izin Lingkungan, DLH Kota Bandar Lampung Layangkan Surat Teguran ke Toko Cat Mitra Depo

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLH) Bandarlampung akan melayangkan surat teguran kepada Toko Mitra Depo karena belum memiliki izin lingkungan.

“Kesimpulan kami hasil turun lapangan tanggal 16 Juni 2020, setelah kami tanyakan Toko Mitra Depo belum memiliki izin lingkungan,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum Lingkungan (DLH) Ahmad Wahyudi, Selasa 23 Juni 2020.

Sedangkan itu sudah di perjelas dan diatur dalam peraturan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib amdal, wajib memiliki UKL-UPL.

Baca Juga:   Mau Bangkitkan Potensi Diri? Datang Aja ke Festival Ini

Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur pula bahwa usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib dilengkapi UKL UPL, wajib membuat surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL).

Dalam Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai UKL-UPL dan SPPL dalam peraturan menteri.

Baca Juga:   Overdosis Obat Kuat Bisa Sebabkan Kerusakan Mata, Benarkah?

Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya akan melayangkan surat teguran kepada Mitra Depo sedangkan surat teguran tersebut kini berada di kepala dinasnya.

“Teguran kepada Mitra Depo prosesnya sudah di meja pimpinan kalau sudah selesai, surat teguran kami antar ke Mitra Depo,” kata Ahmad Wahyudi.

Dia menambahkan setelah teguran dilayangkan dan tidak diindahkan oleh pihak Mitra Depo, Dinas Lingkungan Hidup akan melayangkan surat berikutnya yaitu Paksaan Pemerintah.

“Paksaan pemerintah itu tergantung yang dilanggar, kalau dia tidak punya izin berarti dia harus buat izin. Kalau dia tidak punya Instalasi Pembuangan Limbah (Ipal) serta Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dia harus buat,” jelas Ahmad Wahyudi.

Baca Juga:   Trawl Leluasa di Lamtim

Untuk diketahui pada tanggal 13 Juni 2020 warga Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton berhasil menemukan sumber limbah berwarna yang selama ini mengalir di kali Penengahan.

Setelah ditelusuri sumber air berwarna tersebut bersumber dari gudang cat milik Toko Mitra Depo yang berada di jalan Teuku Umar, Kedaton. (din/rf)

Tags: , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan