2 Gangguan Ginjal yang Harus Diwaspadai

2 Gangguan Ginjal yang Harus Diwaspadai

LAMPUNG SEGALOW (14/3) – Ginjal, salah satu organ vital bagi manusia memang memiliki ukuran yang kecil. Ginjal memiliki ukuran sama dengan kepalan tangan masing-masing individu. Beratnya hanya 160 gram. Meski kecil, namun ginjal memiliki fungsi yang sangat besar.

 

Ginjal merupakan organ pembersih darah dari limbah atau sisa metabolisme sel. Setiap menit, ada 100-125 mililiter darah yang melewati ginjal. Darah ini kemudian di-filter, zat penting tetap dipertahankan dalam tubuh, sedangkan zat yang tidak penting dikeluarkan melalui air seni.

Ginjal juga berfungsi menjaga cairan tubuh atau elektrolit. Ginjal bekerja tanpa henti, meski kita dalam keadaan tidur. Selain itu, ginjal berfungsi memproduksi hormon. Salah satunya hormon eritropoietin yang membantu memproduksi sel darah merah, mengatur kesehatan tulang, dan tekanan darah.

Dengan begitu banyak dan pentingnya fungsi ginjal, bisa dibayangkan bagaimana dampak buruknya bila terjadi gangguan di dalamnya.

Baca Juga:   Tidak Terima Kegiatan Libur Corona Diekspos, Kepala Sekolah Paud Mentari Intimidasi Wartawan Peliput.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH menjelaskan, ada dua gangguan pada ginjal, yaitu gangguan ginjal akut atau yang terjadi mendadak dalam hitungan jam atau hari, dan gangguan ginjal kronik atau yang terjadi menahun dan lambat.

“Gangguan ginjal akut bisa pulih kembali karena sel baru saja mengalami gangguan. Bisa dipulihkan asal penyebabnya diatasi,” ujar Aida dalam acara seminar World Kidney Day di JS Luwansa, Jakarta, Rabu 13 Maret 2019.

Baca Juga:   4 Resep Mudah agar Anda Tidak Jadi Beban Anak saat Memasuki Masa Tua

Namun, jika gangguan ginjal sudah terjadi lama sulit untuk dipulihkan kembali. Tapi, bukan berarti tidak bisa dilakukan apa pun. Yang bisa dilakukan adalah mencegah laju progresivitasnya ke tahap selanjutnya. Caranya adalah dengan mengontrol faktor risiko.

Cari tahu faktor risiko apakah ada riwayat hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga yang mengalami gangguan ginjal. Penyakit ginjal memang tidak diawali dengan gejala, bahkan seringkali tanpa gejala. Namun, bila tak terdeteksi dini, akan timbul penurunan fungsi yang tidak sempat lagi diberikan pengobatan. (LS/RF)

 

 572 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan