Ada Guru SD di Balik Karier Bermusik Tulus

Ada Guru SD di Balik Karier Bermusik Tulus

LAMPUNG SEGALOW (7/2) – Musikus Tulus berkisah soal perjalanan kariernya selama hampir 8 tahun di dunia musik Indonesia. Ia memang tidak pernah menyangka karyanya akan begitu diapresiasi oleh banyak orang.

Tulus mengawali kisahnya sebagai anak daerah Bukittinggi tak pernah sedikitpun punya cita-cita di dunia musik. Namun berkat lagu-lagu yang diputar sang ayah saat ia kecil, perlahan tapi pasti Tulus mulai belajar bermusik.

“Perjalanan ke Bukittinggi kalau dari pulau Jawa itu memakan waktu 23 jam. Di situlah ayah saya memutar lagu Broery Marantika dan penyanyi Indonesia lain. Di situ saya mengenal musik,” kata Tulus dalam konser bertajuk Monokrom, Rabu (6/2/2019) di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Baca Juga:   MAHASISWA UNILA INOVASIKAN SOSIS NABATI BERBAHAN DASAR JANTUNG PISANG DAN TEMPE

Sejak mendengarkan lagu-lagu lawas itu, Tulus semakin giat mengasah bakatnya di bidang musik. Namun lagi-lagi ia merasa tidak percaya diri, hingga akhirnya guru SD Tulus meyakinkannya untuk percaya diri.

“Saya enggak pernah punya mimpi bisa bermusik. Tapi guru kelas 5 saya kasih tahu bahwa saya punya bakat,” terang Tulus.

Singkat cerita, di tahun 2011, pria lulusan Arsitektur ini memperkenalkan album perdana berjudul Tulus. Ia kemudian melahirkan album Gajah di 2014 yang sukses meraih banyak penghargaan dan terakhir Monokrom di 2016.

Baca Juga:   Pemasangan Box Culvert di Jalan Sultan Agung Pincang

“Saya enggak punya ekspetasi apa-apa. Tapi langkah saya berlanjut dari album pertama dan kedua, dan ketiga pada Monokrom ini,” terang Tulus.

Dalam konsernya semalam, Tulus berusaha menjelaskan setiap makna pada album yang dihasilkan oleh pria 31 tahun ini.

Selain perkenalan sosok Tulus di album perdana, rekan duet Raisa itu juga mencoba mengeksplor kisah lain di album kedua.

“Di album Gajah, saya mengajak Teman Tulus untuk bisa berkompromi dan mentertawakan masa lalu, hingga akhirnya berdamai dengan semua hal tersebut,” imbuh Tulus.

Baca Juga:   Resep Masakan: Tahu Cabai Garam Mudah dan Lezat

Terakhir, ada Monokrom yang lebih mengisahkan sisi pribadi Tulus soal kisah cintanya.

“Banyak lagu soal kisah bahagia, kesedihan hingga kerinduan di album ini. Jadi saya harap kita juga bisa menikmati masa itu dan berbahagia,” papar Tulus.

Di konser Monokrom, Tulus mengucapkan terima kasihnya kepada mereka yang menikmati karya-karya Tulus hingga saat ini.

“Kalian adalah bagian terpenting dalam hidup saya. Terima kasih untuk apresiasi yang diberikan kepada musik saya,” pungkas Tulus. (LID) (ls/rf)

 

 572 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan