Dirut BPR Terdakwa Pemalsuan Data Nasabah

Dirut BPR Terdakwa Pemalsuan Data Nasabah

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tapeunadana atau PT. Tunas Jaya Graha (TJG) menjadi terdakwa pemalsuan data nasabah di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (2/8).

Terdakwa bernama Suharto (61) warga Jalan Janur Hijau Raya, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, menjadi terdakwa terkait perkara membuat atau menyebabkan catatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam laporan dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.

Baca Juga:   Polda Lampung Tangkap 173 Tersangka

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rita Susanti mendakwa terdakwa dengan tindak pidana perbankan sebagaimana diatur dalam Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam Dakwaannya, JPU menjelaskan kejadian bermula saat terdakwa meminta agar pegawai, staf pada PT. BPR PT. TJG membuat kelengkapan administrasi untuk permohonan kredit dan pencairan kredit masing-masing atas nama Sukamto, Ngadiman, dan Purnama.

Baca Juga:   Survei: Sarapan Pizza Lebih Sehat dari Sereal

“Selain itu terdakwa meminta perpanjangan kredit atas nama Sulastrio. Dalam permintaan itu, seolah-olah nama tersebut mengajukan kredit padahal nama keempatnya tidak ada. Permohonan tersebut telah dicatatkan dipembukuan akuntansi PT. TJG dan diimput ke sistem pelaporan Bank Indonesia (BI) maupun laporan keuangan publikasi ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung,” jelasnya, Kamis (2/8).

Lanjut JPU, terdakwa juga merubah data Kartu Tanda Pengenal (KTP) atas nama tiga orang tersebut. Tiga nama tersebut diantaranya, Edy Sukamto diubah menjadi Sukamto, Supranto diubah menjadi Ngadiman, dan Purnomo Sidq diubah menjadi Purnama.

Baca Juga:   Damar Dorong Dosen Unila Jadi Tersangka

“Alamat, nomor induk, Kartu Keluarga (KK), surat nikah dan Surat Keterangan Usaha (SKU) juga ikut diubah. Dari data tersebut, Sukamto mendapatkan plafon kredit sebesar Rp125 juta, Ngadiman Rp125 juta, dan Purnama Rp100 juta,” terangnya. (adm/rf)

 1,549 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan