Google Hapus 2,3 Miliar Iklan Nakal, Belajar dari YouTube

Google Hapus 2,3 Miliar Iklan Nakal, Belajar dari YouTube

LAMPUNG SEGALOW (15/3) –  Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, telah menghapus 2,3 miliar iklan nakal yang melanggar kebijakannya di sepanjang 2018.

Aturan Google melarang adanya iklan yang menyesatkan dan mengeksploitasi seseorang dengan tujuan negatif. Google juga menutup situs yang mengambil keuntungan dari jaringan iklannya.

Mereka juga mengaku menghapus 1,5 juta iklan dan 28 juta pages yang melanggar kebijakan. Angka 2,3 miliar ini ternyata lebih rendah 1 miliar dari yang dihapus Google di tahun sebelumnya.

Kemungkinan jumlah ini menurun karena adanya persaingan platform seperti Amazon dan Facebook agar pengiklan bisa masuk, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis, 14 Maret 2019.

Baca Juga:   Dokter RSBW Kurang Ajar

Selain itu, kemungkinan turunnya angka tersebut karena Google mulai mampu meningkatkan kemampuan melacak dan menghentikan iklan sebelum sampai ke jaringannya.

Director of Sustainable Ads Google, Scott Spencer, mengatakan ada sejumlah kategori spesifik dari iklan yang dihapus.

Pertama, iklan mengenai reseller tiket sebanyak 207 ribu. Kedua, jaminan obligasi sebanyak 513 ribu, dan ketiga, iklan phishing yang dihapus mencapai 58,8 juta.

Baca Juga:   Herman HN Resmikan Kantor Perpustakaan Dan Arsip Berbasis Digital

Mesin iklan di Google telah menghasilkan miliar dolar AS. Berdasarkan catatan, pada kuartal IV 2018 terdapat US$32 miliar atau Rp456,8 triliun hasil dari pengiklan, atau 83 persen dari total pendapatan Google.

Penghapusan iklan nakal ini juga menjadi langkah yang cukup baik bagi Google. Karena, berkaca dari YouTube yang harus kehilangan klien perusahaan besar, seperti AT&T, Nestle dan Epic Games, karena beredar komentar para paedofil di platform-nya. (ann) (LS/RF)

Baca Juga:   Festival Ogoh Ogoh dan Balaiganjur Lamtim

 

 673 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan