5 Desember 2021

Gubernur Lampung Lihat Teknologi Pertanian Presisi

Gubernur Lampung Lihat Teknologi Pertanian Presisi

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, melakukan kunjungan kerja ke Cisaat Precision Agriculture Farm, Jawa Barat, untuk melihat langsung pemanfaatan inovasi teknologi pertanian presisi (presicion agriculture). Senin (22/11).

Dalam kunjungannya, Arinal Djunaidi didampingi Anggota DPR RI Hanan A. Rozak, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi.

Dalam kunjungan itu, Arinal melihat secara langsung pemanfaatan teknologi pertanian presisi (presicion agriculture) yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pangan.

Peningkatan itu dapat dilakukan karena sistem pertaniannya dilengkapi dengan teknologi yang bisa dengan tepat memenuhi kebutuhan tanaman.
Dalam kesempatan itu, Arinal meninjau Control Room, Green House, dan lahan terbuka Cisaat Precision Agriculture Farm.

Baca Juga:   Tahun ini, Bank Lampung Targetkan Buku II

Dengan berbagai tantangan yang ada, jelas Widjajanto, pada awalnya Lead Tech Internasional (LTI), menerapkan sistem pertanian presisi (Precision Agriculture) seluas 5 hektare di Cisaat, Kabupaten Bekasi.

Dengan sistem pertanian presisi itu, semua rumpun tanaman dialiri selang yang menyalurkan nutrisi dan air. Teknologi itu bisa menghemat air hingga 40%, serta meningkatkan produktivitas tanaman 300%. Di tanah juga dipasangi sensor. “Jika padi sudah merasa kenyang nutrisi, maka sensor akan memberitahu untuk menghentikan aliran air dan nutrisi,” jelas dia.

Baca Juga:   PAI Bentuk Advokat Berkualitas

Teknologi pertanian presisi ini juga sudah diterapkan di sejumlah negara di Asia, Afrika dan Timur Tengah. Keberhasilan pertanian presisi ini diantaranya berkat penggunaan sejumlah pipa khusus (Dripping Lines), dan diikuti dengan pemasangan sensor, dan penyediaan ruang kontrol (Control Room).

Dengan teknologi ini memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk dari setiap tanaman yang termonitor oleh sensor, dan dari permintaan kebutuhan tersebut akan dikirimkan data ke ruang kontrol, lantas melalui algoritma yang bekerja selama 24 jam per hari akan disalurkan kebutuhan air dan pupuk sesuai permintaan tanaman.

Baca Juga:   Tepo Tahu, Cita Rasa Kuliner Khas Magetan

Adapun keuntungan dari sistem ini yaitu setiap tanaman mendapatkan kondisi pertumbuhan yang ideal di ruang terkontrol yang kecil dan terbatas di dalam area pertumbuhan yang lebih besar.

Petani dapat menanam tanaman yang berbeda dalam satu plot. Waktu panen lebih singkat dan dapat terus memantau kesehatan dan kondisi tanaman. Penggunaan pupuk, air dan lain-lain yang sangat efektif, dan hanya membutuhkan sejumlah sensor. (KL/Din/AA)

Tags: , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan