Ini 10 Tren Otomotif Menurut GM pada 2019

Ini 10 Tren Otomotif Menurut GM pada 2019

LAMPUNG SEGALOW (23/1) – GM International, yang menaungi brand Chevrolet, Holden dan Cadillac di kawasan Asia-Pasifik, menggandeng Richard Watson dalam mengamati 10 tren paling utama pada 2019 di dunia otomotif. Tahun ini, Asia Pasifik tetap menjadi wilayah yang akan terus tumbuh.

“Hal ini tercermin dari sikap optimisme secara keseluruhan terhadap masa depan dibanding kawasan lain di dunia yang dinilai justru tengah mengalami penurunan,” ujar Richard Watson terkait dengan kondisi pasar yang secara umum mempengaruhi penjualan kendaraan.

Meskipun tidak semua akan terbukti di 2019, tren berikut ini diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan mungkin dapat lebih cepat dari yang diperkirakan oleh siapapun sebelumnya. “Asia-Pasifik tengah menatap masa depan, sementara itu kawasan-kawasan lainnya justru menoleh ke belakang,” kata futurolog dan pendiri NowAndNext, serta penulis Digital Vs Human tersebut.

Pada kenyataannya, prediksi Richard Watson untuk jangka pendek sejalan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh GM Global untuk melakukan transformasi industri otomotif di abad ke-21, di antaranya:

  1. Pengembangan kendaraan swakemudi (self-driving cars) terus berlanjut dengan pesat 
Baca Juga:   Cegah Penyebaran Covid-19, Petugas di Posko Check Point Pelabuhan Bakauheni Periksa Kelengkapan Surat Calon Penumpang

Orang akan menyaksikan perkembangan lebih lanjut dari kendaraan otonom, termasuk mobil, angkutan jenis kereta api, bus, truk, hingga mungkin pesawat terbang. Unit kendaraan swakemudi GM, Cruise Automation, saat ini tengah berpacu untuk dapat menjadi pabrikan pertama di pasar yang meluncurkan kendaraan yang otonom sepenuhnya (fully autonomous vehicles/AV).

  1. Pertumbuhan dan investasi berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif

Kekuatan bisnis utama yang dimiliki GM, diikuti oleh permintaan global terhadap pickup truck dan SUV yang diproduksinya telah memberikan ruang yang besar bagi korporasi tersebut untuk melakukan investasi secara mendalam pada pengembangan teknologi masa depan. Pada 2017, GM telah mengumumkan rencana peluncuran 20 kendaraan listrik baru sebelum tahun 2023. Pada saat yang sama, GM bersama dengan mitra-mitra di industrinya tengah menggarap pengembangan kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi. Pengembangan kendaraan listrik GM diselaraskan dengan progres pada pengembangan sistem autonomous driving sebagai bagian dari visi GM, yaitu dunia tanpa kecelakaan (zero crashes), bebas emisi (zero emission) dan bebas kemacetan (zero congestion).

  1. Polarisasi mobil besar/kecil, mobil mahal/murah serta mobil ramah lingkungan/tidak ramah lingkungan
Baca Juga:   Rapat dan Evaluasi Pengurus Dekranasda, Bunda Winarni Harapkan Dekranasda Menjadi Sentra Mode Di Lamsel

Seiring dengan investasi para produsen kendaraan bermotor dalam pengembangan kendaraan-kendaraan elektrik, mereka juga terus merespons permintaan kendaraan favorit jenis pickup truck dan SUV, segmen kendaraan yang akan ditransformasikan oleh keunggulan-keunggulan GM di bidang elektrifikasi dan bahan bakar alternatif di tahun-tahun mendatang. Salah satu contohnya adalah pickup truck listrik ZH2 yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang diperkenalkan GM baru-baru ini.

  1. Menurunnya minat generasi muda memiliki Surat Izin Mengemudi

Penelitian yang dilakukan Schroders menunjukkan proporsi generasi muda yang memiliki SIM atau memiliki kendaraan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, munculnya layanan car-sharingseperti Grab, Go-Car dan Lyft, menjadi salah satu faktor yang sangat berperan. Pada 2016, GM menanggapi tren pasar ini dengan melakukan investasi pada Lyft dan bermitra dengan perusahaan startup tersebut dalam mengembangkan jaringan on-demand untuk permintaan layanan mobil self-driving serta membuat pusat-pusat rental kendaraan jangka pendek.

  1. Pertumbuhan transportasi berbasis ride-sharing

Sejalan dengan turunnya tingkat kepemilikan SIM, konsep ride-sharingmulai tumbuh dengan pesat. Di Australia awal tahun ini, Holden merayakan satu tahun beroperasinya Maven Gig yang merupakan bagian dari GM. Sejak diluncurkan, Maven Gig telah sukses meraih pertumbuhan yang signifikan seiring dengan semakin banyaknya masyarakat Australia yang beralih profesi menjadi freelancer dan beranjak menuju ekonomi berbagi dalam memperoleh pendapatan serta mencari cara yang praktis mencapai tujuan dengan lebih cepat. Pada saat solusi mobilitas pribadi untuk komunitas freelance merayakan ulang tahun pertamanya, Maven Gig telah berhasil mencatat tonggak sejarah penting dengan keberadaan mobil yang ke-1.000 di jalan raya. (LS/RF)

Baca Juga:   Wagub Chusnunia Terus Mendorong Peningkatan Konsumsi Ikan di Lampung

 

 679 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan