Kades Negerikaton Beratkan Warga

Kades Negerikaton Beratkan Warga

Ilustrasi.

GEDONGTATAAN LAMPUNGSEGALOW- Ketua Ormas Bela Negara Pesawaran Azhari menilai  kebijakan Kepala Desa (Kades) Negerikaton, Kecamatan Negerikaton, Pesawaran, Syafiudin, memberatkan warga. Tapi, hal itu dibantah yang bersangkutan.

“Dia mengutip Rp1.000 dan memotong jatah beras sejahtera (Rastra) menjadi 3,5 kg—seharusnya 10 kg. Ini memberatkan warga miskin sebagai penerimanya dan mengabaikan peraturan pemerintah,” kata Azhari, Minggu (18/2/2018).

Seharusnya kades tersebut tidak boleh membuat aturan sendiri. “Apapun resikonya penerima harus mendapat 10 kg dan gratis. Jangan ada pemotongan  jatah dan kutipan uang. Ini gak benar,” tandas Azhari.

Baca Juga:   Tim E-Sport Lampung Menuju PON

Kades Negerikaton Syafiudin membenarkan ada pemotongan jatah dan kutipan, tapi hal itu sudah menjadi kesepatakan. “Panitia pendistribusian akan terbebani bila tidak ada kebijakan itu karena mereka kesulitan mencari tenaga kerja bongkar muat. Itulah sebabnya ada kutipan Rp1000,” kata dia.

“Ya memang kita ambil Rp1.000 tiap penerima untuk biaya bongkar. Soalnya pas beras datang saya keliling gak ada yang mau membongkar. Sekalian untuk orang rokok sopir soalnya berasnya turun langsung ke RT masing masing,” ujar Syafiudin.

Baca Juga:   Polresta Terima Kunker KEMENPANRB

Terkait besaran jatah penerima yang seharusnya 10 kg menjadi 3,5 kg Syafiudin beralasan hal tersebut untuk pemerataan. Sebab data yang tercantum sebagai penerima rastra tidak sesuai dengan data yang ada di desa bahkan beberapa warga yang semestinya mendapat jatah rastra justru tidak tercantum.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk menjaga agar tidak ada gejolak di desanya, panitia sengaja tetap membagi beras sebanyak 3,5 kg dari yang semestinya 10 kg ke setiap penerima. Selain itu, jatah bagi penerimanya berkurang, tahun ini.

Baca Juga:   21 ADEGAN DIPERAGAKAN DALAM REKONSTRUKSI KASUS PEMBUNUHAN DI LAPAK RONGSOKAN

“Kalau memang toh ada yang mempermasalahkan, ya gak masalah. Kalau kami inikan cuma melaksanakan. Takutnya ada keributan. Jadi, kalau harus sesuai dengan aturan yang ada, ya silahkan bulog aja yang membagikan. Karena, kebanyakan warga kami yang seharusnya dapat malah gak dapat,” tambahnya.(RF)

 503 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan