Marolop Manik Pantau Simulasi Pengamanan Pilkada

Marolop Manik Pantau Simulasi Pengamanan Pilkada

KOTAAGUNG LAMPUNG SEGALOW – Anggota Tim Korps Baharkam Polri Kombes Pol Marolop Manik memantau simulasi pengamanan penghitungan suara jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di depan kantor KPU Tanggamus oleh jajaran Polres setempat, Rabu (28/3).

“Kita  telah memiliki pengalaman. Bukan melihat dari apa yang disampaikan oleh Kapolres saja, tetapi bahasa tubuh dari jajarannya. Dan di bawah pimpinannya cukup mendukung pengamanan Pemilukada 2018. Kita berdoa semoga berjalan dengan aman, dan tertib,” kata Marolop Manik, didampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.

Dalam simulasi itu Jajaran Polres Tanggamus lerai ratusan pengendali massa (Dalmas) dan satu kompi negosiator, satu unit mobil watter cannon serta satu kompi pengurai massa (Raimas) dikerahkan untuk mengurai massa yang semakin beringas di depan kantor KPU Tanggamus.

Lantaran ketidakpuasaan atas hasil penghitungan suara di KPU Tanggamus dianggap tidak transparan. Orasi massa berjumlah sekitar 30 orang tersebut awalnya berjalan dengan tertib.

Akan tetapi suasana semakin mencekam lantaran koordinator massa ingin menemui ketua KPU Tanggamus, untuk menyampaikan perihal ketidakpuasan hasil penghitungan suara, hal ini dilakukan karena massa menilai banyak warga diintimidasi dan money politik oleh salah satu tim sukses dari pasangan bupati dan wakil bupati.

Kombes Pol Marolop Manik.

Kapolsek Kotaagung AKP Syarif Lubis selaku penanggung jawab wilayah hukumnya melakukan negoisasi kepada koordinator massa, setelah kurang lebih 30 menit melakukan negoisasi ternyata sepertinya tidak menghasilkan kesepakatan yang diinginkan.

Baca Juga:   POLRESTA GELAR JUMAT CURHAT SERAP ASPIRASI MASYARAKAT

Pengunjuk rasa  tetap memaksa untuk menemui Ketua KPU Tanggamus, dan akan mengancam untuk mendatangkan massa yang lebih banyak lagi.

Sesaat itu juga korlap pengunjuk rasa memerintahkan dua perwakilan anggotanya untuk mendatangkan jumlah massa lebih banyak lagi, dengan diperintahkannya dua perwakilan tersebut, anggota intel Polsek dan Polres Tanggamus melakukan penyelidikan, tentang rencana akan didatangkannya jumlah pengunjuk rasa lebih banyak,lagi.

Situasi dan kondisi pengunjuk rasa saat itu ber Exskalasi rawan, Kapolsek Kotaagung lalu melaporkan perkembangan situasi tersebut kepada Kabag- Ops dan Kapolres Tanggamus tentang jalannya unjuk rasa di kantor KPU Tanggamus yang dianggap rawan dan membutuhkan bantuan perkuatan dari pleton dalmas Polres.

Mendapat laporan dari Kapolsek, Kapolres Tanggamus memerintahkan Kasat Sabhara dan Kasat Binmas untuk menerjunkan anggotanya sebanyak satu pleton, serta satu unit negsiator guna membackup personil yang sedang melaksanakan pengamanan.

Kehadiran satu pleton dalmas Polres Tanggamus justru bukan menambah situasi semakin reda, malahan massa melakukan perlawanan dengan menarik tali dalmas dan mendorong anggota dalmas, massa tetap memaksakan kehendaknya untuk masuk dan ke kantor KPU dan tidak percaya dengan kalimat dari aparat keamanan bahwa ketua KPU tidak ada ditempat.

Baca Juga:   KETUA DPRD LAMPUNG MINGRUM GUMAY SERAHKAN MENDALI PEMENANG KOMPETINSI LIGA SANTRI PSSI KASAD 2022

Melihat situasi yang kian tak menentu, Kapolsek untuk kedua kalinya meminta bantuan kepada Kapolres Tanggamus agar menambah jumlah personil.

Saat itu juga Kapolres Tanggamus bersama Kabag Ops dan satu kompi dalmas menuju ke kantor KPU, guna membackup pengamanan unjuk rasa, kurang lebih satu jam waktu berjalan, dengan pengawalan anggota lalu lintas.

Tiba tiba datang sejumlah massa yang sangat banyak, yang jumlahnya kurang lebih 500 orang berjalan kaki dengan membawa tulisan atas tuntutan dan keinginan, bersamaan itu pula massa memancing petugas dengan membakar ban di depan barisan pleton dalmas.

Sekitar 30 menit setelah pengunjuk rasa menyampaikan orasinya, tiga pleton dalmas Polres Tanggamus di bawah komando Kapolres dengan dilengkapi tameng, tongkat T helm dalmas, petugas pemegang handy cam, pemadam api, masker toa, camera digital, dan dua petugas pembawa senjata pengurai massa (flass ball).

Hadirnya tiga pleton bantuan Polres Tanggamus tidak menyurutkan para pengunjuk rasa berhenti dan justru sebaliknya, saat itulah Kapolres Tanggamus dengan menggunakan mobil double kabin berdiri dengan membawa alat pengeras suara.

Baca Juga:   Akibat Salah Informasi , Warga Kelurahan Gulak-Galik Banyak Tak Dapat Beras Bantuan Pemkot Bandar Lampung

Dia mengimbau kepada pengunjuk rasa agar tidak melakukan upaya dan tindakan diluar prosedur, massa yang semakin tak terkendali tetap saja melakukan aksinya dengan mendorong dan melempar petugas.

Melihat massa yang semakin anarkis dan beringas, Kapolres memerintahkan kepada Danki dalmas untuk membuat formasi sikap desak maju, bersamaan dengan itu juga mobil Water Canon masuk pada bagian tengah barisan dan menyemprotkan air kepada para pengunjuk rasa.

Massa tetap tidak bergeming kendati telah disemprotkan air dari mobil Water Canon, melihat massa yang tidak mengindahkan himbauan tersebut, sehingga Kapolres memerintahkan regu penembak pengurai massa (flash ball) untuk mempersiapkan diri.

Setelah regu penembak pengurai masa selesai menembakan asap atau pengurai masa, pengunjuk rasa tetap bertahan dan mengarah ketindak anarkis merusak fasilitas umum.

Sehingga Kapolres memerintahkan Kasatreskrim dan anggotanya untuk melakukan upaya paksa penangkapan terhadap para provokator. Masa pengunjuk rasa akhirnya dapat dibubarkan, situasi berangsur kembali kondusif.(RF)

 1,306 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan