Pegawai Kemendagri Pahlawan Kesiangan

Pegawai Kemendagri Pahlawan Kesiangan

S Halomoan Pakpahan, Kasubdit Kawasan Khusus Lingkup II Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Ditjen Bina Adwil, Kemendagri, saat berkunjung ke Pemkab Tanggamus.

KOTAAGUNG LAMPUNGSEGALOW – Salah satu pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) seperti pahlawan kesiangan dalam menyikapi belum terealisasinya pembangunan Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus.

“Kami yakin bisa mempercepat agar bisa terlaksana,” tandas S Halomoan Pakpahan, Kasubdit Kawasan Khusus Lingkup II Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Ditjen Bina Adwil, Kemendagri,  saat berkunjung ke Pemkab Tanggamus, Rabu (7/2).

Untuk itu, dia akan mencari data-data dulu sehingga nantinya bisa menemukan titik lemahnya dimana. “Di situlah masalah yang akan diselesaikan supaya ada tindak lanjutnya,” terang Halomoan.

Baca Juga:   DUA ANGGOTA DPRD LAMPUNG SELATAN DI PAW, THAMRIN HARAP DAPAT MENJEMBATANI ASPIRASI DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT

Hal itu diketahui saat pihak Kemendagri mengikuti rapat bersama dengan beberapa kementerian untuk membahas pembangunan KIM. Selama ini Kemendagri tidak pernah diikutkan dalam rapat masalah KIM dan diketahui jika rencana KIM sebenarnya sudah lama tapi tidak terealisasi.

“Mungkin selama ini antar masing-masing pihak tidak saling komunikasi padahal memiliki program yang sama. Itu menyebabkan KIM belum berjalan sampai saat ini,” ujar S Halomoan Pakpahan.

Dalam hal ini Kemendagri menaungi pemerintah daerah baru mengetahui adanya KIM. Dan disayangkan jika rencana itu lambat berjalan, padahal semua pihak yang terlihat sudah komplit.

Dengan itu pula Kemendagri mendatangi Tanggamus untuk cek kesiapan pemerintah daerah, hasilnya pemkab sudah nantikan KIM terlaksana.

Baca Juga:   DPRD LAMPUNG SAMPAIKAN ASPIRASI PEDANANG DI RS UMUM DAERAH ABDUL MOELOEK

Saat ini, izin hak pengelolaan lahan (HPL) yang belum keluar. Untuk itu Kemendagri akan berupaya meminta pihak Badan Pertanahan Nasional Administratif Tata Ruang (BPN/ATR) supaya cepat mengeluarkan izin tersebut.

Terlebih untuk kesiapan listrik dari pihak PLN sudah menyatakan siap. “Keputusan tetap ada pada pihak BPN/ATR. Tapi, kami coba untuk mempercepat prosesnya setelah tahu kendala hanya pada HPL. Terlebih KIM Tanggamus sudah masuk konsep pengembangan industri dan Kepres No. 58/2018,” kata dia.

Pentingnya HPL karena itu modal utama yang jadi dasar adanya kawasan industri. Selanjutnya itu juga jadi bahan penarik investor agar mau berinvestasi di KIM.

“Dari informasi yang kami dapatkan akan dilaporkan ke mendagri. Nanti baru disampaikan ke Kemenko Perindustrian Perekonomian. Pihak tersebut yang akan menyampaikan ke presiden,” terang Halomoan.

Baca Juga:   Bantuan Coca-Cola dan ACT

Sementara itu Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya mengaku sangat berharap pada Kemendagri sebagai penyampai pesan agar disampaikan ke presiden.

“Sebenarnya masalah KIM lambat karena presiden belum tahu, jika sudah pasti cepat. Sebab dari semua kawasan industri hanya KIM Tanggamus yang tahapannya paling dekat untuk realisasi,” ujarnya.

Ia mengaku sangat butuhkan pembangunan jalan baru sebagai akses ke KIM. Untuk pembangunannya ditaksir habiskan Rp500 miliar. Harapannya presiden juga tahu sehingga dapat menganggarkan dan bisa segera terealisasi. Jalan tersebut rencananya dari Gisting menembus hutan lindung register 28 hingga ke Kecamatan Limau. pungkasnya.(RF)

 670 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags:
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan