Pemkab Bantu Zainani Rp20 Juta

Pemkab Bantu Zainani Rp20 Juta

KOTAAGUNG LAMPUNG SEGALOW – Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin menyerahkan bantuan Rp20 juta kepada keluarga almarhumah Zainani, Senin (9/4/2018). Gadis Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo,  itu sempat dirawat di Papua dan meninggal di sana.

“Ini sifatnya hanya bantuan, harapannya pihak keluarga menerima. Dan semoga keluarga diberi kekuatan, ketabahan atas musibah yang dialami,” terang Zainal, pada Salha (ibunda Zainani).

Turut mendampingi Sekkab Tanggamus Andi Wijaya, Kepala BPKAD Hilman Yoscar, Direktur RSUD Batin Mangunang Kota Agung Yudhi Indarto, dan Camat Wonosobo Asrianto, dan kedua paman almarhumah (Suhaifi dan Khoili).

Baca Juga:   Syarif Hidayat : Berikan Pemahaman Idelogi Pancasila ke Masyarakat

Andi Wijaya menjelaskan bantuan terdiri ongkos pemulangan jenazah Rp17 juta sesuai bukti tiket pesawat dan kargo, sisanya bantuan pemakaman Rp 3 juta. Totalnya Rp 20 juta.

Keputusan pemulangan jenazah atas persetujuan Pemkab Tanggamus dari permintaan keluarga. Dengan keputusan itu maka pemkab menanggung dana pemulangan. Pemulangan menggunakan dana talangan dahulu.

Sebab Zainani meninggal pada Jumat (6/4) pukul 20.15 WIT atau sekitar pukul 18.15 WIB, dan sudah di luar jam kerja. Keesokan harinya hari libur, maka dana tidak bisa dikeluarkan. Ini kaitannya dengan aktivitas perbankan, sehingga dipilih dana talangan agar jenazah segera tiba di Lampung.

Baca Juga:   Pemkab Lampung Selatan Gelar Rakor Bulanan di Wisata Pemandian Air Panas Way Belerang Kalianda

Jenazah Zainani tiba di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo pada Sabtu (7/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Kemudian disalatkan dan dimakamkan di pemakaman pekon setempat, sekitar pukul 00.30 WIB pada Minggu (8/4).

“Kami berikan dana bantuan ongkos, selanjutnya terserah keluarga akan mengelola dana tersebut bagaimana. Pastinya dengan bantuan yang diberikan pihak keluarga tidak terbebani lagi jika ada tagihan ongkos pemulangan jenazah,” jelas Andi Wijaya.

Ia mengaku  bantuan dari anggaran bantuan sosial (bansos) daerah. Sebab keluarga Salha atau pihak Zainani termasuk dari golongan tidak mampu. “Keputusan daerah yang menannggung adalah keputusan cepat karena beberapa jam setelah meninggal, begitu juga pemberian bantuan yang sekarang,” kata Andi.

Baca Juga:   KPHL Hambat Antisipasi Banjir

Atas bantuan ini dari pihak keluarga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. “Kami ucapkan terimakasih karena pemkab bersedia membantu kami, begitu juga pihak-pihak lainnya. Dan kami tidak sanggup membalas semua itu,” jelas Suhaifi dan Khoili. (SB/CD/RF)

 452 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan