Pertemuan Haru Orangtua dan Putranya Usai Diculik 31 Tahun Lalu

Pertemuan Haru Orangtua dan Putranya Usai Diculik 31 Tahun Lalu
LAMPUNG SEGALOW (4/3) –  Seorang pria akhirnya bisa bersatu lagi dengan orangtuanya setelah diculik saat masih anak-anak atau 31 tahun lalu di Guizhou, China.

Pria bernama Qin Yujie, yang memiliki nama lahir Cheng Xueping diculik di sebuah lokasi konstruksi di mana kedua orangtuanya, Cheng Jiguang dan Gaolibnzhen bekerja pada tahun 1988.

Setelah menyadari anak berusia tiga tahun mereka hilang, orangtuanya menghabiskan waktu berjam-jam mencarinya. Menurut Western China City Daily, hingga akhirnya mereka mengelilingi China tapi tidak menemukan keberadaan anak mereka.

Namun, sekitar 31 tahun kemudian, Qin akhirnya bisa bertemu lagi dengan orangtua biologisnya di rumah mereka di Chengjiawan. Ratusan warga dari desa sekitar di Sichuan pun ikut menyambut kedatangan Qin dengan membentangkan banner dan menyalakan kembang api.

Baca Juga:   Rendahkan Profesi Jurnalistik, IJTI Minta Staf RSUAM Minta Maaf Kepada Wartawan

“Saya sudah mencarimu bertahun-tahun dan tidak menemukan petunjuk,” kata pria itu kepada kedua orangtuanya yang menangis tersedu di hari pertemuan mereka pada 22 Februari 2019 lalu.

Dikutip laman NextShark, orangtua Qin saat itu juga bertemu dengan istri dan anak-anaknya untuk pertama kali.

Setelah gagal mencari Qin ke seluruh China, keluarga itu memutuskan memberikan sampel DNA kepada database nasional yang dibuat oleh polisi untuk menemukan anak-anak yang diculik. Butuh waktu hingga tiga dekade bagi pihak berwajib hingga dapat mengungkap kasus penculikan ini, Qin diculik dan dijual ke sebuah desa di Hebei.

Baca Juga:   Sumur Bor Rp339 Juta Mubazir

Qin menceritakan, dia merasa berbeda dari anak-anak desa itu, menyadari kalau dia mengucapkan beberapa kata secara berbeda. Dia kemudian menyadari bahwa ayah yang dikenalnya bukanlah ayah kandungnya, dan ia pun mulai mencari keluarga kandungnya.

Hingga tahun 2018, saat DNA yang diberikan keluarga Qin kepada polisi mendapatkan kecocokan. Pria itu dilaporkan memberikan sampel DNA-nya kepada perusahaannya, dan sampel itu cocok dengan DNA yang sama yang diberikan keluarganya puluhan tahun lalu. Polisi Sichuan pada akhirnya mendapatkan pemberitahuan mengenai kecocokan itu.

Baca Juga:   Vaksinasi SD 1 Tanjung Gading

Polisi harus melacak keberadaan keluarga Cheng untuk mendapatkan sampel DNA baru untuk memastikan kecocokan itu akurat. Pada bulan Februari, hasilnya keluar dan memastikan Qin adalah anak mereka yang hilang. (LS/RF)

 

 814 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan