PLN Dilaporkan ke Kejati Lampung

PLN Dilaporkan ke Kejati Lampung

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Pengacara Denny Fariz melaporkan Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Rayon Tanjungkarang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Laporan tersebut soal dugaan pemerasan atas nama lembaga dengan dalih kerusakan KwH meter senilai Rp10,6 juta.

“Klien saya Hj. Wasilah, warga Jalan Mataram, Bandarlampung, biasa membayar antara Rp500 ribu – Rp600 ribu per bulannya sejak 1998 lalu. Tapi, setelah 20 tahun menjadi pelanggan, tiba-tiba pada 26 Oktober 2018 disodori denda Rp10,6 juta dengan alasan kaca KwH meter bolong,” jelas Denny, Kamis (6/12).

Ari Setiawan (Kiri) Petugas P2TL PLN Rayon Tanjungkarang

Meskipun ada kerusakan, diyakini kliennya tidak pernah melakukan kecurangan. Bahkan, setelah KwH meter disita sebagai barang bukti, korban langsung melakukan uji tera ulang dan hasilnya normal.

Baca Juga:   Masyarakat Meriahkan Tabligh Akbar HUT KAI

“Kami uji tera ulang Kwh meter di Labortarium PLN sendiri. Hasilnya normal dinyatakan langsung oleh petugasnya. Saya yakin kebolongan itu terjadi antara 1998 hingga 2018. Jadi, ini jelas bukan kecurangan, tapi lantaran keteledoran PLN yang tak melakukan pemeremajaan,” sambungnya.

Petugas Laboratorium PLN, Saat Uji Tera Ulang.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu respon Kejati Lampung atas laporan tersebut.

Baca Juga:   Polda Lampung Kunjungi OJK

“Sudah kita laporkan pada 4 Desember kemarin. Selain itu, kami sertakan juga bukti pendukungnya,” kata Denny Fariz.(fry/rf)

 776 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan