Polda Lampung Lidik Pinjol Ilegal

Polda Lampung Lidik Pinjol Ilegal

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Polda Lampung dan jajaran sedang melakukan penyelidikan terkait keberadaan perusahaan swasta yang melakukan pinjaman Online (Pinjol) secara ilegal yang merugikan masyarakat, yang ada di Lampung. Senin (18/10).

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, ketika menggelar silaturahmi dalam rangka pembinaan wartawan dengan Forum Wartawan Polda Lampung di Graha Wiyono Siregar (GWS) Mapolda setempat.

Ia menjelaskan, pinjaman uang melalui aplikasi yang disediakan perusahaan swasta yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat meresahkan, karena selain menerapkan bunga yang tinggi juga berpotensi dapat mengancam privasi nasabah perusahaan tersebut.

Baca Juga:   Gugatan Alzier di Tolak

“Dalam beberapa kasus, lembaga keuangan ilegal itu menagih dengan cara kasar bahkan sampai mengancam keselamatan jiwa nasabahnya. Penyedia pinjaman uang itu tak segan-segan membuka aib dan fitnah nasabah kepada pihak keluarga dan ke nomor-nomor telepon yang ada di dalam handphone,” kata dia.

Praktik Pinjol tersebut, lanjut Pandra, sejatinya bukan membantu rakyat kecil dalam rangka mengembangkan usahanya, namun justru sebaliknya ‘mencekik leher’ masyarakat.

Baca Juga:   Randis Baru Diberikan Untuk Pejabat Pemkot Bandar Lampung

“Misalnya, ia meminjam Rp1 juta lalu menerima hanya Rp800 ribu. Jika ada keterlambatan membayar cicilan, maka dikenai denda dan berbunga, akhirnya pinjaman tersebut bisa berkali lipat dari pinjaman pokoknya,” ungkap dia.

Menurut Pandra, praktik-praktik seperti ini harus segera dihentikan dan pihaknya akan segera menertibkan perusahaan-perusahaan sejenis yang menawarkan jasa pinjaman keuangan secara ilegal.

Pandra mengatakan, jika masyarakat mengetahui keberadaan perusahaan semacam itu, segera laporkan kepada polisi terdekat, bisa melalui Bhabinkamtibmas, Polsek, atau pun Polres setempat.

Baca Juga:   Pemkot Bandarlampung Himbau Kibarkan Bendera

“Ini harus ditertibkan jangan sampai ada praktik tagihan-tagihan lalu menyebarkan fitnah ke jaringan WhatsApp yang menimbulkan ketakutan dikalangan masyarakat,” ujar dia.

Pandra juga mengimbau kepada masyarakat, agar jangan terlalu percaya terhadap pinjaman online. “Jika membutuhkan uang, lakukan mekanisme yang ada di lembaga keuangan resmi, seperti Bank, Koperasi, dan lain sebagainya.” tutup dia. (Din/AA)

 688 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Tags: , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan