Resmi Dibuka untuk Umum, Begini Kecanggihan Rumah Sakit UI

Resmi Dibuka untuk Umum, Begini Kecanggihan Rumah Sakit UI

LAMPUNG SEGALOW (14/2) – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) akhirnya resmi dibuka untuk umum, Rabu, 13 Februari 2019. Rumah sakit yang berada di area kompleks kampus UI, Depok, Jawa Barat itu digadang-gadang memiliki kapasitas hingga 300 tempat tidur, pada tahap pertama.

Peresmian rumah sakit itu dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. Mohamad Nasir didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, Rektor UI Prof Muhammad Anis, Direktur RSUI dr. Julianto Witjaksono dan Chief representatives JiCA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi. Sebelumnya, RSUI telah beroperasi terbatas bagi sivitas akademika UI dan para staff di lingkungan UI sejak 22 November 2018 lalu.

Rektor UI, Prof Muhammad Anis mengungkapkan, RSUI merupakan rumah sakit perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services), mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan.

RSUI dibangun di atas lahan seluas 106.100 m2 dengan luas bangunan 82.074 m2 (14 lantai) dan berkapasitas 300 tempat tidur (tahap pertama), yang berada di kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Kampus Depok.

Baca Juga:   KABAG OPS POLRESTA BANDARLAMPUNG MINTA PERSONEL HUMANIS SELAMA OPERASI PATUH KRAKATAU 2022

“Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, RSUI juga dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyaman pasien. Gedung RS juga akan dilengkapi infrastruktur teknologi yang mendukung mahasiswa memantau tindakan medis secara live di ruang kelas (atas izin pasien),” katanya di Depok, Jawa Barat, Rabu, 13 Februari 2019.

Bangunan utama RSUI berdiri di atas bantalan anti gempa yang berada di dasar konstruksi yang bertujuan untuk menahan guncangan dengan aman hingga 9.0 Skala Ritcher. Setiap lantai memiliki kompartemen tahan api dan bebas asap sebagai area aman tempat berkumpul, yang bertujuan untuk memudahkan evakuasi pada musibah kebakaran.

“Ruang rawat inap ditata agar mendapat sinar ultra violet matahari untuk meminimalkan pertumbuhan kuman. Sistem kelistrikan bersifat variabel untuk menjamin penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak terputus sehingga dapat menekan biaya operasional,” jelas Anis.

Kemudian, sistem tata alir dan penyejuk udara juga bersifat variabel untuk meminimalkan risiko penularan penyakit dalam rumah sakit melalui udara. Sistem tata air bersih menggunakan pipa anti bakteri untuk meminimalkan risiko penularan penyakit melalui air. Bangunan untuk mesin generator listrik dan mesin pengembus udara sejuk terpisah dari bangunan pelayanan, sehingga pasien, pengunjung dan seluruh staf pemberi layanan di RSUI dapat bekerja produktif, bebas dari getaran dan kebisingan.

Baca Juga:   Kapolri, Tito Karnavian Apresiasi Pemkab Lampung Selatan Hibahkan Tanah Untuk Mapolres Lampung Selatan

 “Kami ingin memberikan layanan yang prima bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Kota Depok. RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia, yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI,” tutur Anis

RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas regional.

Direktur RSUI Dr. dr. Julianto menambahkan, RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrasi kolaborasi hospital care dan community care. Konsep ini sesuai dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

“Pelayanan kesehatan satu atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efisien. Selain itu, RSUI diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya, dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” katanya

Baca Juga:   ATASI SAKIT KEPALA PADA BAYI SAAT PERAWATAN DI RUMAH

UI, lanjut Julianto sangat menyadari bahwa rumah sakit pendidikan merupakan fasilitas yang sangat krusial dalam pendidikan kedokteran maupun ilmu kesehatan lainnya. Di rumah sakit pendidikan lah mahasiswa dapat langsung terjun untuk mendapatkan pengalaman dalam menangani berbagai macam penyakit.

“Untuk itu, dengan berdirinya RSUI ini diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, melainkan juga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan pendidikan interprofesional bagi calon dokter, dokter gigi, nurse, apoteker, kesehatan masyarakat, maupun tenaga kesehatan lainnya secara terintegrasi, mengembangkan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan, pengabdian masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut, diharapkan RSUI dapat menjadi model percontohan rumah sakit pendidikan bagi universitas lain. “RSUI akan tetap terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat, yang efisien, berkesinambungan, berbasis bukti, serta mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan motto RSUI we provide outstanding care,” tutupnya. (tsy) (LS/RF)

 

 765 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan