Sidang Penggelapan Oknum PNS Berakhir Histeris

Sidang Penggelapan Oknum PNS Berakhir Histeris

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Sidang penggelapan gula yang dilakukan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lampung Utara berakhir histeris di Pengadilan Negeri, Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (18/7).

Terdakwa bernama Rahendra Murti Adityo (37) ini, telah dijatuhi hukuman selama tiga tahun dua bulan dengan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 480 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Akibat putusan itu, istri dari terdakwa menolak untuk suaminya dieksekusi.

“Dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan penjara selama tiga tahun dua bulan. Meminta terdakwa agar ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim, Yus Enidar, Rabu (18/7).

Baca Juga:   Densus 88 Ringkus Jaringan Teroris Lampung

Mendengar putusan itu, Dian Anggraeni, istri terdakwa langsung menyatakan tidak terima. Menurutnya, suaminya tersebut tidak menikmati uang hasil penggelapan gula tersebut.

“Dimana hati nurani Majelis Hakim, saya tidak terima. Dimana keadilannya. Saya tidak suka suami saya ditahan, dimana keadilan suami saya ditahan apakah karena tidak membayar uang,” ucap warga Jalan Swadaya, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung ini.

Baca Juga:   BERBEKAL DANA SWADAYA KOPTU ANAS RIADI BABINSA KORAMIL 411-04/GUNUNG SUGIH REHAB RUMAH IBU KARTIN

Putusan itu naik dua bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Gustiawan. JPU sebelumnya menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama tiga tahun. Atas putusan itu, kuasa hukum terdakwa menyatakan banding sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir.

Kejadian tersebut berawal pada bulan Mei 2017 saat terdakwa menghubungi saksi Ahmad Masrudin untuk menanyakan pekerjaan. Awalnya saksi mengatakan tidak ada, namun kemudian beberapa hari saksi menghubungi terdakwa untuk dicarikan mobil untuk memuat gula sebanyak 18 ton milik PT. PSMI Way Kanan.

Baca Juga:   TIM TEKAB 308 POLSEK TKB AMANKAN PELAKU PENCURIAN DENGAN KEKERASAN

“Terdakwa bertanya kepada saksi Solihin untuk dicarikan angkutan, kemudian saksi menghubungi saksi Joni Santoso dan saksi menyiapkan mobil fuso,” jelas JPU.

“Setelah itu mobil dibawa oleh saksi Ahmad Asep Jamaludin yang kemudian terdakwa berpura-pura menjadi pegawai gudang Padi Mas. Kemudian gula tersebut dibongkar di Jalan Hajimena dan gula tersebut dijual oleh terdakwa,” terangnya.(adm/rf)

 595 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan