9 Februari 2023

SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG SATU ATAP TIDAK BERFUNGSI

SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG SATU ATAP TIDAK BERFUNGSI

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.IDGedung satu atap milik pemerintah kota Bandarlampung ternyata belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai. Pasalnya, pompa kebakaran dan ground tank water (tangki air dalam tanah) belum terpasang sehingga sistem proteksi kebakaran belum berfungsi. Jumat (18/1).

Hal tersebut tidak sesuai dengan paraturan yaitu Perda nomor 3 tahun 2007 tentang Retribusi Alat Pemadam Kebakaran serta Pencegahan Bahaya Kebakaran yang telah diterbitkan oleh Pemkot dalam mengantisipasi kebakaran.

Menurut Kabid Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) kota Bandarlampung, Sutarno mengatakan selain oleh Perda, hal tersebut juga diatur dalam Perwali Nomor 28 tahun 2007 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 3 tahun 2007.

Baca Juga:   Capaian Polda Lampung 2021

“Kami (Damkar) sudah mengirimkan surat ke Pemkot sebagai kewajiban kami karena tinggal selangkah lagi selesai alat proteksi kebakaran itu,” ujarnya.

Sutarno, menjelaskan di gedung 12 lantai itu seharusnya wajib memiliki sistem proteksi kebakaran.

“Sistem proteksi sudah terpasang tapi belum berfungsi karena ada komponen yang belum terpasang yaitu pompa kebakaran dan ground tank belum ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, yang dibutuhkan agar proteksi kebakaran di Gedung Satu Atap itu berfungsi adalah pompa dan pembangunan ground tank (tangki dalam tanah), sementara untuk sprinkler, smoke detector, heat detector, hydrant ada semua tapi tidak berfungsi karena tidak ada pompanya yang gunanya untuk menekan air.

Baca Juga:   Ketua Dekranasda Riana Sari Arinal Terima Hak Paten Tapis Lampung dari Kemenhumham

“Supaya sistem proteksi kebakarannya berjalan gedung itu butuh pompa dan ground tank. Pompa butuh tiga yaitu pompa joki, pompa utama juga pompa diesel ditambah ground tank yang minimal memiliki 80 kubik air,” jelas Sutarno.

Dia menyampaikan, kerja sprinkler ini dipengaruhi oleh adanya dan cara kerja sprinkler ini bekerja secara otomatis. ” Pada saat dia (sprinkler) terkena panas dengan suhu 68 C⁰ maka dia akan pecah dan mengeluarkan air dari ground tank kemudian dihisap pakai pompa lalu pompa tersebut menekan dan bisa bekerja kapan saja ketika ada kejadian kebakaran,” ungkapnya.

“Untuk heat detector yang berfungsi sebagai mendeteksi panas. Misalkan ada panas dari api tadi dia kirim signal ke panel dan membunyikan alarm dan nanti akan ketahuan titik kebakarannya yang bisa dibaca langsung oleh petugas,” imbuhnya.

Baca Juga:   BUDAYA MENABUNG SimPel JADIKAN GENERASI MUDA MELEK KEUANGAN DAN TINGKATKAN PEREKONOMIAN

Sutarno juga menyoroti soal emergency exit atau jalan keluar saat terjadi kebakaran di gedung yang dibangun senilai Rp132,7 milyar itu. “Tangga darurat di gedung itu belum tersedia. Tangga dan pintu darurat itu posisinya harus tertutup dan hanya digunakan dalam keadaan emergency. Pintu darurat itu terbuat dari besi dilengkapi lampu darurat dan exhaust fan,” bebernya. (Din/AA)

 562 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan