Strategi Ridho Di-copas Sumsel

Strategi Ridho Di-copas Sumsel

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengakui meniru (copy paste – copas) strategi Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam memajukan Lampung.

“Ilmu M. Ridho Ficardo akan menjadi senjata saya untuk membuat Sumsel lebih baik. Apa yang kami lihat secara visual di seantero Lampung ini layak ditiru,” ujar Herman Deru di Mahan Agung, Minggu (30/12).

Herman juga mengacungkan jempol terhadap tertatanya pembangunan di Lampung.

“Saya acungkan jempol terhadap tertatanya pembangunan di Lampung. Pembangunan yang baik, ada pemerataan pembangunan yang jelas, ini tentu diawali dari pembangunan yang konkrit, tidak pembangunan yang retorika. Sumsel mudah-mudahan ke depan tidak rela disusuli anaknya (Lampung)”, ujar Herman.

Herman mengakui begitu banyak ilmu yang disampaikan Gubernur Lampung Muhammad Rudho Ficardo atas capaian pembangunan yang dilakukan.

“Rasanya akan semakin lengkap jika nanti ilmu yang diberikan Gubernur Lampung kepada kami, dapat kami jalankan di Sumsel,” ujar Herman Deru.

Baca Juga:   Polda Lampung Apel Pagi Perdana pasca hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Sementara itu, Muhammad Ridho Ficardo mengatakan Pemprov Lampung terus memperbaiki infrastruktur dasar guna menggerakan perekonomian dan bekerja berdasarkan data.

“Jadi yang namanya menjadi Kepala Daerah ini apalagi Gubernur, kita berbicara angka dan data, di mana posisi daerah kita, berapa angka kemiskinan kita, bagaimana kondisi infrastruktur. Maka ketika di awal, saya membuat survey kebijakan publik di situ tercermin, bahwa yang menjadi kendala Lampung di 2014 adalah infrastuktur yang rusak, jadi rakyat meminta perbaikan jalan dan jembatan,” ujar Ridho.

Selanjutnya, kata Ridho, mengatasi masalah keamanan dan yang menjadi kata kunci adalah kekompakkan Forkopimda.

“Maka di Forkopimda lah kita melakukan koordinasi, karena berbicara kepentingan nasional salah satunya kepentingan keamanan dan kesejahteraan itu keterkaitannya sangat erat, tidak mungkin bisa sejahtera kalau tidak aman, begitu juga sebaliknya. Maka, alhamdulilah di Lampung kami juga tiga tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan terbaik nasional tentang penanganan konflik sosial,” katanya.

Baca Juga:   Pengadilan Agama Eksekusi Tanah Warisan

Kekompakkan Forkopimda tersebut pula, kata Ridho menjadi kedekatan yang kemudian juga menjamin kelancaran pembangunan bagi Provinsi Lampung.

“Seperti contoh kami ditarget membangun jalan tol selama enam bulan dengan penetapan lokasi yang sudah selesai, kita bisa selesaikan dalam waktu tiga sampai empat bulan saja. Saya katakan kepada Presiden, anggaran dari pusat nol rupiah belum ada yang turun tetapi Pak Presiden sudah melakukan groundbreaking. Jadi, kalau di Pemprov Lampung ini kita buat bagaimana caranya perintah hari ini harus sudah selesai kemarin, artinya harus bisa memprediksi apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan berfikir,” ujarnya.

Ridho menuturkan bahwa Lampung dan Sumsel harus saling membantu dan bersinergi dalam hal melakukan pembangunan.

Baca Juga:   Covid-19: LO BNPB, Marsekal Muda TNI, Nazirsyah Terus Lakukan Monitoring

“Tumpuan Sumatera ada di tiga Provinsi yakni Sumatera Utara, Sumsel, dan Lampung. Ini terdiri dari banyak hal secara umum, baik dari segi politik, ekonomi dan berbagai hal. Maka yang harus siap mengambil tongkat estafet pertumbuhan nasional adalah Sumatera, karena Sumatera sudah siap dari sisi SDM dan lahannya masih memadai. Gubernur di Sumatera harus betul-betul dalam satu visi untuk membangun Sumatera ini, karena masa depan Indonesia sangat tergantung dengan Sumatera,” katanya.

Gubernur Ridho mengapresiasi Pemprov Sumsel yang ikut berpartisipasi dalam membantu korban tsunami di Lampung Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan terhadap kesulitan atas musibah yang dialami masyarakat Lampung. Sekali lagi terima kasih atas rasa kekeluargaan yang begitu tinggi,” tandasnya. (ls/rf)

 664 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan