Vendor Bank Lampung Dicurigai KPK

Vendor Bank Lampung Dicurigai KPK

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengendus bau dugaan korupsi yang terjadi dipemasangan tapping box. Dugaan korupsi itu tercium lantaran pihak vendor melalaikan target yang telah ditetapkan KPK sebanyak 400 tapping box.

Dalam rapat kordinasi optimalisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD), yang dilaksanakan di Kantor Bank Lampung, Rabu (17/10), bahwa PT. FTF Globalindo menyampaikan telah memasang sebanyak 34 tapping box dengan ditargetkan pada akhir minggu mendatang sebanyak 55 tapping box.

Pihak PT. juga menyampaikan bahwa ada kendala dilapangan seperti 40% tempat usaha atau wajib pajak di Bandarlampung masih menggunakan sistem manual dalam melakukan transaksi atau cash register.

Baca Juga:   7 Cara Sederhana Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga

“Pihak vendor agar merubah target pemasangan menjadi 400 tapping box sampai akhir tahun ini. Selain itu, mencari alternative alat tapping box guna mengatasi cash register di tempat usaha yang masih menggunakan sistem manual. Penundaan dan memperlambat pemasangan tapping box merupakan indikasi yang patut dicurigai,” cetus Ketua Tim Supervisi Pencegahan Korwil II Sumatera KPK, Adlinsyah Malik Nasution, Rabu (17/10).

Baca Juga:   UNIT RESKRIM POLSEK PANJANG TEMUKAN SENJATA API RAKITAN JENIS PISTOL

Lanjut Malik, dalam agenda optimalisasi PAD yang terpenting adalah Komitmen Wali Kota dan pemahaman dari petugas dilapangan bahwa harus dapat meyakinkan wajib pajak diwajibkan memasang tapping box.

“Bank Daerah diprioritaskan dalam pengelolaan Kas Daerah, Bank Lampung harus berperan terhadap pembangunan daerah dan Pemerintah Daerah harus membantu memperkuat permodalan serta pemanfaatan jasa Bank Lampung terkait pengelolaan kas daerah. Saya menghimbau kepada seluruh ASN dan jajaran Bank Lampung untuk menghindari praktik-praktik korupsi,” tegasnya.

Baca Juga:   Cuma Pakai Tangan, Eko Jadi Juara Kelas Bantam One Pride

Sementara itu, Kepala BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi mamaparkan terkait permasalahan teknis pemasangan tapping box. Ia mengatakan bahwa sebagian wajib pajak tidak mau dipasang tapping box dengan alasan kemanan data pengunjung.

“Dengan pendampingan dari tim BPPRD Kota Bandarlampung serta komunikasi yang baik dengan pihak pengelola tempat usaha, akhirnya wajib pajak bersedia di pasang tapping box,” katanya.(adm/rf)

 818 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan