Waduh !! Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa Salah Diagnosa ???

Waduh !! Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa Salah Diagnosa ???

LAMPUNG BARAT, LAMPUNG SEGALOW (28/2) – Pelayanan rumah Sakit Alimudin Umar Liwa menuai keritikan dari keluarga pasien yang yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut beberapa waktu yang lalu, rumah sakit yang telah resmi menyandang status bintang lima (Terakreditasi Tingkat Paripurna) dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Pasalnya hasil diagnosa rumah sakit tersebut di duga kurang akurat, seperti yang di sampaikan salah satu keluarga pasien yang yang ahirnya meninggal dunia setelah di rujuk ke rumah Sakit Abdul Moeluk Bandar Lampung, menurut diagnosa rumah sakit tersebut, pasien diduga mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium empat.

Lalu Keluarga pasien tersebut menceritakan bahwa pasien telah mengalami sakit selama kurang lebih dua minggu, sampai ahirnya pada hari Senin (11/2/19) melakukan pemeriksaan kerumah Sakit Alimudin Umar Liwa, dengan diagnosa positif mengidap tipoyd (tipes), dan disarankan untuk menjalani rawat jalan dan pada hari kamis (14/2/19) dalam keadaan lemah dan kesadaran menurun pasien kembali datang kerumah sakit Sakit Alimudin Umar Liwa, dan tetap di diagnose positif mengidap tipoyd (tipes), dan ahirnya di rujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara, dan di teruskan ke rumah Abdul Moeluk Bandar Lampung dengan hasil diagnosa positif mengalami penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium empat.

Baca Juga:   Noverisman Sosialisasikan Perda No 1 Tahun 2016


“Kami memepertanyakan hasil diagnosa Sakit Alimudin Umar Liwa, karena mustahil dalam kurun waktu tiga hari dari di nyatakan positif mengalami penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium empat, tidak terdeteksi sama sekali, sementara itu kan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), ada Fase-fasenya seperti, fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan, kami sempat berfikir apakah peralatan laboratoriumnya yang sudah tidak memandai lagi atau SDMnya yang memang kurang kurang, ujar
Masih kata keluarga pasien, memang takdir itu ada di tangan yang Maha kuasa, tapi kami minta kepada pihk rumah sakit untuk memberikan penjelasan agar tidak ada pasie-pasien lain yang mengalami hal serupa, pungkasnya.

Baca Juga:   SK PPPK GURU SEGERA TERBIT


Sementara itu pihak rumah sakit Sakit Alimudin Umar Liwa, ketika di konfirmasi terkait hal ini melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis Purdy Astuti, DCN. MP., menjelaskan bahwa, pihak rumah sakit telah melakukan pemeriksan dan perawatan sesuai dengan etika profesi, lebih lanjut Purdy Astuti menjelaskan bahwa hasil konfirmasi dengan dokter Inap Gawat Darurat (IGD), dokter spesialis dan petugas RPD, pada saat pasien datang pada hari Senin (11/2/19) telah di lakukan pemeriksan penunjang DPL, tes Widal dan tes khusus pengecekan DBD (IGG dan IGM) dan di nyatakan Negatif, sehingga di sarankan untuk pulang karena tidak ada indikasi medis untuk di rawat inap.

Baca Juga:   Media Jurnalistik Mendorong Mahasiswa Berperan Aktif

Lalu keesokan harinya pasien kembali datang kerumah sakit pada hari Kamis (14/2/19) di lakukan pemeriksan yang sama, dengan diagnosa tensi normal,tanda-tanda syok negatif dan widal positif dan pasien perlu di rujuk karena terlihat tanda-tanda demam, kelemahan ektramitos dan penurunan kesadaran, dengan indikasi medis seperti itu, maka pasien di rujuk untuk dilakukan penaganan yang lebih memadai, jelas Purdy Astuti, Kamis (21/2/19).

Pelayanan rumah sakit Alimudin Umar Liwa yang telah menyandang bintang lima (Terakreditasi Tingkat Paripurna) dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) patut dipertanyakan. (DA/RF)

 

 1,145 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tags: , , , , , , , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan