Zainani Dimakamkan di Pekon Balak

Zainani Dimakamkan di Pekon Balak

KOTAAGUNG LAMPUNG SEGALOW – Sakit di Sorong, Papua Barat, tak kunjung sembuh. Zainani, warga Pekon Balak, Kecamatan Wonosobom, Tanggamus, akhirnya meninggal dunia pada pukul 20.15 WIT, Jumat (6/4/2018).

Jenazah almarhumah Zainani tiba di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo pada Sabtu (7/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Jenazah tidak disemayamkan di rumah duka. Ambulans milik RAPI yang membawanya hanya berhenti di depan rumah untuk menjemput Salha, ibunya.  Dan langsung meluncur ke Masjid Baiturrohin, pekon setempat, untuk salat  jenazah. Dimulai sekitar pukul 00.00 WIB pada Minggu (8/4/2018). Salat hanya diikuti beberapa warga karena waktunya sudah tengah malam.

Salha, ibunya Zainani nampak berat menerima takdir dan memilih duduk di teras masjid sambil menangis dan selalu menyebut nama anak tunggalnya sambil beristighfar. “Ibunya tidak kuat lagi, maunya duduk di situ,” terang Khoiri, salah satu paman kandung Zainani.

Baca Juga:   Pekon Gedung Surian Mewakili Lomba Pekon Tingkat Provinsi

Zainani meninggal setelah dirawat dua bulan di RSUD Selebi Solu, Sorong. Almarhumah didiagnosa mengalami infeksi pada saluran tenggorokan dan sudah menjalar ke seluruh tubuh.

Kemudian Sabtu (7/4) langsung diterbangkan ke Lampung karena pihak keluarga minta dimakamkan di kampung halamannya. Setelah masa penerbangan selama enam jam lebih, jenazah tiba di Bandara Radin Inten, Lampung Selatan sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedatangan jenazah diterima paman Zainani salah satunya Suhaifi, Dirut RSUD Bantin Mangunang Tanggamus Yudhi Indarto, dan Camat Wonosobo Asrianto.

Lantas dilakukan serah terima jenazah dari Elfinna Tryasti Nurul sebagai relawan yang selama ini merawat dan bertanggungjawab terhadap Zainani di Sorong, Papua Barat kepada pihak keluarga.

Kemudian sekitar pukul 21.45 WIB, jenazah diberangkatkan dari Bandara Radin Inten ke rumah duka di Pekon Balak.

Jenazah Zainani dimakamkan di sebelah makam ayahnya almarhum Zainudin di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo. Pemakaman dilakukan tengah malam selepas disalatkan di Masjid Baiturrohim. Lokasi makam berjarak sekitar 400 meter dari masjid.  “Makamnya Zainani sebelahan makam ayahnya,” ujar Salha.

Baca Juga:   Warga Bandarlampung Antusias Serbu Pasar Murah

Lubang malam sudah disiapkan sejak siang sebelumnya. Bahkan pemakaman malam telah direncanakan, terbukti dengan perisiapan genset listrik untuk penerangan. Maka dengan diterangi dua lampu proses pemakaman bisa dilangsungkan lebih kurang 20 menit.

Saat peti jenazah diletakkan dekat lubang pusara, sambil menangis Salha berkali-kali mengusap peti berwarna cokelat tersebut. Dirinya pun tak henti-henti menyebut nama Zainani sambil beristighfar.

Dan saat pemakaman, jenazah dikeluarkan dari peti. Selanjutnya dimasukan dalam lubang berlanjut pada penutupan lubang, dan doa. Di akhir proses pemakaman Salha beberapa kali mengusap dan mencium papan nisan bertuliskan Zainani binti Zainal sebelum benar-benar meninggalkan makam tersebut.

Baca Juga:   POLRESTA GELAR PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN JURNALISTIK

Paman Zainani, Khoiri, mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu merawat Zainani saat sakit di Sorong, dan membantu fasilitasi sampai akhirnya jenazah bisa dimakamkan di kampungnya.

“Kami sebagai keluarga besar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah merawat Zainani dan membantu kami sekeluarga. Jujur saja kami tidak sanggup membalasnya,” jelas Khoiri.

Sementara itu Sekkab Tanggamus Andi Wijaya menyatakan pemkab akan membantu biaya pemulangan jenazah Zainani. Biaya pemulangan sementara ini didapat dari dana talangan yang dihimpun pihak Elfinna dan keluarga almarhumah Zainani.

“Untuk hal ini pemkab menyatakan turut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, atas musibah ini. Dan pemkab sudah memutuskan membantu pengurusan kepulangan jenazah ke keluarganya,” kata sekkab.(SB/CD/RF)

 

 683 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Tags: , , , ,
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan