Insiden Adu Mulut, Pancing Emosi Wartawan Tagih Janji Manis Pihak Manajemen Badak Lampung FC

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (08/12)  – Media lokal Lampung terlibat adu mulut dengan Panpel Badak Lampung. Hal ini ditenggarai karena para awak media tidak diperbolehkan masuk ruang perscon usai pertandingan BLFC vs Persija di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Minggu malam (8/12)

Sebelumnya keributan sempat terjadi antara salah satu wartawan indosiar yang hendak masuk keruang perscon, namun pintu tidak dibuka. Keributan kembali memanas saat wartawan media online wartapost Umar, pasalnya hal serupa terjadi. Pintu gerbang kearah ruang media ditutup dan dikunci gembok. Sementara, pertandingan pun sudah usai dan bahkan kedua kesebelasan sudah masuk ruang ganti.

” awal mula saya tanya, kok ditutup, dan dikunci? Kami dari media, dan ingin masuk keruang perscon, ” kata umar

Pertanyaan tersebut di jawab,” ntar mas, kuncinya tidak ada disaya. Dibawa ke dalem, sabar, ” ujar pria yang menjaga pintu

Selang lima menit menunggu, pertanyaan pun kembali di lontarkan. Dan tiba-tiba, sosok wanita dari dalam menuju ke gerbang, dengan muka kusut mengucapkan kata-kata judes dan ketus dengan nada tinggi.

” Sabar, kami menjalankan SOP. Pintu belum bisa dibuka sebelum perintah. Kami ini capek kerja,!! ” ujarnya dengan nada judes dan ketus.

Dari jawaban perempuan tersebut, sontak memancing emosi para wartawan yang sedang menunggu di depan pintu gerbang.” SOP apalagi, biasanya usai pertandingan kami langsung masuk tanpa dihalangi begini.Toh, kami punya ID LIB resmi,” tegas Umar.

10 menit kemudian, pintu pun dibuka. Namun, terlanjur kesal dengan ucapan nada tinggi dan ketus, teman-teman media pun meninggalkan ruangan tersebut sebelum acara rutin itu digelar. Alhasil, pertandingan perseru Badak Lampung FC vs Persija tidak ada konferensi pers usai laga pertandingan.Selain itu awak media mengungkapkan kalimat kesal atas kejadian ini.

 

” Kami sepakat untuk tidak ikut perscon, dan meminta bang Marco meminta maaf kepada wartawan atas kejadian ini. Padahal kami dari media sudah mengangkat pemberitaan Badak Lampung FC tanpa kontribusi apa pun, tapi kenyataan yang kita terima, profesi kita sebagai jurnalis tidak dihargai oleh pihak Panpel even Badak Lampung FC, “katanya

Sebagian wartawan juga menumpahkan kekesalanya,” Dari pertemuan pertama katanya mau bikinin kaos seragam dan macem-macem, gak taunya semua itu hanya janji manis diawal saja, janji hanya tinggal janji, ” tambah yang lain (din/rf)