BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Sejumlah pedagang keluhkan kebijakan Pemerintah Kota Bandarlampung dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4 (empat), Selasa (27/7).
Dalam investigasi Lampung Segalow dilapangan, mereka mengeluhkan dengan diperpanjangnya PPKM Darurat Level 4 ini menambah dampak pada omzet dagangan mereka yang turun. Ibu Amina (43) pedagang sayur, di Pasar Gintung mengeluhkan akibat dari perpanjangan PPKM yang diberlakukan mulai tanggal 26 Juli – 2 Agustus 2021.
“Berdampak banget, dari kemarin sudah klepek-klepek. Karena pedagang sayur seperti saya ini sebenernya banyak rugi, bahkan habis modal,” keluhnya.
Lanjut dia, sampai saat ini bantuan dari pemerintah untuk pedagang UMKM belum ada, padahal kami sangat mengharapkan.
“Kalau lagi kayak gini yang diharapin ya bantuan, karena kami memang gak bisa ngapa-ngapain lagi, dagang kalau begini banyak kebuang, pembelinya saja sudah tidak mau,” katanya.
“Harapan saya ya kalo bisa PPKM ini jangan lama-lama, seperti rumah makan kita juga yang susah, kalau dulukan yang belanja disini dari rumah makan, sekarang langganan saya tutup semua,” imbuhnya.
Terpisah, terkait dengan adanya pembatasan jam operasional warung makan tegal (warteg), penjual nasi rames, Sugitno(55) hanya bisa pasrah dengan keadaan.
“Saya sebagai penjual nasi rames, ya kalau bisa jangan dibatas-batasi waktunya, karena ya memang walaupun nggak dibatasi, orang makan juga nggak ada, karena di Pasar Gintung tempo hari sempat ditutup itu sama sekali nggak ada yang makan, orang luar gak ada yang bisa masuk,” ungkapnya.
Bahkan Pak Sugitno mengatakan, dirinya beserta pedagang lainya sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk pedagang.
“Kalau ada bantuan ya Alhamdulillah, untuk menambah modal, memang selama ini dengar dari beritakan banyak banget bantuan cuma dari sini belum ada,” ujarnya. (TSF/Din/AA)
