Tanggapan Masyarakat Terhadap Penyekatan

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Penyekatan ruas jalan di Kota Bandarlampung dinilai pemerintah mampu menurunkan tingkat mobilitas. Hal ini menuai tanggapan masyarakat sekitar terhadap penyekatan tersebut. Rabu (1/9).

Sejumlah titik seperti di Jalan Hanoman, Jalan Sawah Brebes, Jalan Pasar Pasir Gintung, Jalan-jalan Tikus Antasari, masih terpantau Lampung Segalow terjadi kemacetan.

Yani, salah satu Warga Sawah Brebes mengungkapkan, bahwa setiap harinya terutama saat jam sibuk, selalu macet di jalan ini.
“Biasanya pagi dan sore, kalo siang sih ramai lancar,” kata dia.

Sementara itu, Aris seorang pedagang di Pasar Gintung mengaku jalan pasar banyak dilalui pemotor roda dua untuk bisa melewati penyekatan di Jalan Raden Intan.
“Yah, tiap hari kalo gini pasar memang rame, tapi yang beli gak ada,” ujar dia.

Bani, yang merupakan warga Antasari pun menanggapi untuk beberapa jalan tikus ke Jalan Antasari bahkan sampai ditutup oleh warga, lantaran banyaknya pemotor roda dua yang melintasi jalan tersebut.

“Sebel kita orang, jalan ini dijadiin jalan tikus. Udah itu bawa motornya pada semau-maunya, disini banyak anak-anak,” tutur dia.

Para masyarakat yang terdampak ini pun hanya bisa berharap agar penyekatan dapat segera berakhir.
“Gak apa PPKM diperpanjang tapi kalo bisa ini, penyekatannya gak usah,” lanjut dia.

Disisi lain, ia juga menyadari bahwa kebijakan ini dibuat untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Kami juga mendukung pemerintah untuk bisa meminimalkan Corona. Kami berharap aja, semoga Bandarlampung normal kembali,” pungkas dia. (TSF/AA)