Kisah Supir Angkot di Tengah PPKM

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Kisah Supir Angkutan Perkotaan (Angkot) Bandarlampung di tengah kebijakan pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengungkapkan sepinya pendapatan akhir-akhir ini.

Hal ini dicurahkan Pak Marhapat (37) saat disinggung oleh Lampung Segalow terkait profesinya, ia mengeluhkan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini terhadap penghasilannya. Ia mengaku tulang punggung keluarga dengan 4 anak yang hanya mengandalkan penghasilan dari menyupir Angkot. Rabu (1/9).

“Ini mobil setoran, biasanya sebelum PPKM itu 80ribu sekarang 40ribu, hilang separuh, paling gedenya 50ribu cuma kalo dapet,” kata dia.

Dari rute Teluk Betung ke Pasar Bawah, ia mengatakan pendapatan dari menyupir angkot kini mulai menurun, ditambah lagi penumpangnya yang semakin hari semakin sepi.

“Sekarang mah jauh gak ada apa-apanya, ya namanya kadang rame kadang sepi, sekarang ini lagi sepi apalagi nanti kalau ada bis tayo, untungnya gak ada,” ungkap dia.

Sementara itu, transportasi Online sangat berdampak sekali bagi para supir angkot apalagi di masa PPKM ini yang keberadaannya semakin meningkat.

“Ngaruh banget apalagi sekarang Grab dan Maxim nganternya sampai dirumah,” pungkas dia.

Namun dibalik keluh-kesahnya, ia tidak pantang menyerah dan mengatakan akan selalu berusaha mencari rejeki untuk keluarganya. (TSF/AA)