BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Sebagai pencetus pembangunan menara masjid Al Furqon, Herman HN menyayangkan belum beroperasinya menara masjid Al Furqon sebagai tempat wisata religi, Jum’at (15/7).
” Jangan ada istilah gak ada uang, dia kan harus memberdayakan itu. Bagaimana wisata religi ini berjalan, pasti banyaklah asal kita promosikan melalui pemerintah daerah,” ungkap Herman HN langsung saat acara HUT ke 11 Garda pemuda Nasdem.
Lanjutnya, untuk masalah listrik itu dibayarkan oleh pemerintah daerah kota, namun untuk Sumber Daya Manusia (SDM) di siapkan oleh pihak pengurus masjid Al Furqon.
” Pengurus yang ngolah, mungkin ada pendapatan dari situ pokoknya kelolah sendiri lah, dia tinggal mencari orangnya, dan dia yang menggaji dari pendapatan. Ini juga untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Mantan eks walikota Bandarlampung dua periode ini juga mengatakan untuk permasalahan service lift itu bisa diserahkan ke pemerintah kota Bandarlampung.
“Kalau untuk pemeliharaan kebersihan dari pihak masjid Al Furqon, saya sudah bilang listriknya pemerintah kota dan servisnya juga pemerintah kota, itu semua sudah saya serahkan. Pihak masjid Al Furqon tinggal menyediakan dan menghandle mencari orang untuk mencet tombol lift, ini supaya bagus,” ujarnya.
Menurut dia, kalau ada kendala kerusakan lift pihak masjid Al Furqon bisa langsung lapor ke pemerintah kota Bandarlampung . “Tinggal lapor ke pemerintah kota, kan perawatan di pemerintah kota itu ada beberapa lift, dan itu lift Al Furqon itu buatan yang paling bagus dari Jerman jadi dapat dipastikan gak rusak,” tuturnya.
Untuk diketahui menara setinggi 114 meter tersebut sudah diresmikan pada tanggal 18 Juni 2021 dan digadang-gadang akan dijadikan tempat wisata religi yang bisa diakses oleh masyarakat umum untuk melihat keindahan kota Bandarlampung dari atas menara masjid Al Furqon. (Din/AA)
