4 JENIS ANEMIA YANG BISA DIALAMI OLEH ANAK

LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Selain orang dewasa, anemia juga bisa terjadi pada anak-anak. Anemia adalah kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah atau kadar hemoglobin (HB) di dalam darah rendah.
Anemia termasuk salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak. Hal itu terjadi lantaran tubuh anak bisa menghancurkan sel darah merah dengan cepat. Selain itu, faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko anemia pada anak, salah satunya anemia sel sabit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas normal kadar hemoglobin anak sejak usia satu tahun hingga usia pubertas, yaitu sekitar 11 gram/dL. Jika di bawah batas ini, maka bisa dikatakan anak mengalami anemia.

Dikutip dari Mom Junction, anemia dapat menyebabkan oksigen di dalam tubuh anak tidak mencukupi. Akibatnya, anak bisa mengalami lemas, kelelahan, bibir pucat, dan kulit kuning.
berikut beberapa jenis anemia yang bisa terjadi pada anak.

Anemia defisiensi bes
Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh anak tidak memiliki zat besi yang cukup untuk membuat hemoglobin. Biasanya, anak mengalami defisiensi karena zat besi yang terdapat di dalam makanan tidak mencukupi, penyerapan zat besi yang buruk, atau kehilangan darah berlebihan di dalam tubuh.

Anemia hemolitik
Anemia hemolitik terjadi ketika tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada yang diproduksi. Jenis anemia ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu anemia hemolitik autoimun dan anemia hemolitik yang diturunkan seperti anemia sel sabit dan talasemia.
Anemia sel sabit terjadi ketika sumsum tulang anak membuat sel darah merah yang lengket, melengkung, dan kaku. Sehingga, hal itu dapat menyumbat pembuluh darah dan mempengaruhi aliran oksigen, dan menimbulkan rasa sakit sampai komplikasi. Sementara talasemia adalah kelainan darah bawaan, di mana sumsum tulang mulai membuat lebih sedikit sel darah merah dan hemoglobin abnormal.

Anemia aplastik
Anemia aplastik adalah kondisi di mana sumsum tulang tidak mampu atau gagal memproduksi sel darah merah baru dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, jumlah salah satu atau semua jenis sel darah merah menurun.

Anemia megaloblastik
Anemia megaloblastik ditandai dengan membesarnya sel darah merah yang disebabkan karena kurangnya asupan atau penyerapan asam folat atau vitamin B 12 yang buruk.(Ist/Zar/AA)