TIPS MEMILIH MAINAN UNTUK ANAK DARI IDAI

LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Tak hanya menyenangkan, mainan juga bisa menjadi media pembelajaran yang penting untuk tumbuh kembang si kecil. Ya Moms, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan anak dari bermain dengan mainan, seperti mengembangkan kemampuan berpikir, meningkatkan kreativitas, hingga menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah.

Nah Moms, sebagai orang tua, sebaiknya Anda tak asal dalam membelikan mainan untuk si kecil. Mengutip Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jenis mainan untuk anak dapat disesuaikan dengan usia si kecil. Selain itu, ada pula panduan khusus untuk memilih mainan anak dari segi bentuk, ukuran, hingga bahan pembuat mainan. Simak penjelasannya selengkapnya berikut ini, Moms.

Panduan Memilih Mainan Anak Berdasarkan Usia

• Untuk usia 0 – 2 tahun, mainan sebaiknya memiliki warna, bau, dan tekstur untuk meningkatkan sensor motorik anak,
• Untuk anak usia 3 – 6 tahun atau usia prasekolah, pilih mainan yang memancing minat petualangan anak dan kemampuan kerja sama anak,
• Untuk anak usia sekolah atau 7 – 10 tahun, pilih mainan yang mampu merangsang ketangkasan dan kreativitas anak,
• Untuk anak usia praremaja atau 10 – 13 tahun, pilih mainan yang memancing daya pikir, memori spasial, kemampuan perencanaan, penyelesaian masalah, kemampuan untuk mengerti pikiran orang lain, dan perbaikan regulasi emosi.

Panduan Memilih Mainan Berdasarkan Jenisnya

  1. Label
    Pilihlah mainan dengan label standar, seperti SNI (Standar Nasional Indonesia).
  2. Ukuran
    • Jangan berikan mainan kecil dengan ukuran 1,75 inci atau 4,4 cm pada anak di bawah 3 tahun untuk mencegah ia memasukkan mainan tersebut ke mulut,
    • Pilih mainan yang kokoh untuk menahan tarikan dan putaran,
    • Pastikan semua bagian mainan terpasang dengan kuat,
    • Pastikan mainan bayi yang diremas, digigit, atau digerincingkan memiliki ukuran yang besar agar si kecil tidak bisa memasukkannya ke mulut.
  3. Bentuk
    Pilihlah mainan yang memiliki bentuk yang tidak berbahaya. Ya Moms, hindari mainan dengan bentuk runcing, terbuat dari plastik tipis yang mudah pecah, dan mainan yang dapat melukai anak lain.
  4. Bahan
    Pilih mainan yang terbuat dari bahan atau material yang aman. Beberapa indikatornya yaitu tidak mudah terbakar, bertekstur lembut, tidak mengandung cat yang berbahaya, dan tidak beracun.
  5. Bagian Mekanis Mainan
    Jika mainan memiliki bagian mekanis, seperti engsel, tuas, tali, karet, dan sebagainya, sebaiknya jangan berikan pada balita atau anak usia prasekolah. Mainan tersebut akan lebih aman jika dimainkan oleh anak usia sekolah dan praremaja.
  6. Suara
    Untuk mainan yang bersuara, pastikan volumenya tidak terlalu keras agar tidak mengganggu telinga anak. (Ist/TSF/AA)