
Metro | Sebanyak 1.477 mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA 1 Kota Metro dengan melalui empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Domisili, Afirmasi dan Mutasi berjalan sukses dan kondusif.
Dikatakan Kepala Sekolah SMA N 1 Kota Metro, Ibnu Budi Cahyana mengatakan, Prinsip SPMB tahun 2026 ini merupakan penyempurnaan dari SPMB tahun 2025, dua sekolah unggulan di Kota Metro yakni SMA N 1 dan SMA N 3 melaksanakan lebih awal dibandingkan sekolah lainnya.
“Pelaksanaan SPMB dimulai tanggal 2 Juni sampai dengan tanggal 13 Juni, dengan tahapan pertama tanggal 2-5 tahap pendaftaran dilanjutkan dengan verifikasi faktual berkas, pada hari Senin tanggal 8 – 9 Juni tes potensi akademik melalui program CAT yang ada di aplikasi SPMB,” ucap Ibnu, diruang kerjanya, Sabtu (6/6/2026).
“Kebijakan ini sudah sejalan dengan surat keputusan Gubernur bahwa prinsip SPMB adalah objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi.,” tambahnya.
Ia memaparkan, dari kelima aspek ini memberikan keuntungan kepada masyarakat atau calon siswa baru yang akan mendaftar, jika mereka yang memiliki potensi di bidang akademik unggul, mereka bisa bersaing di tahapan awal ini di dua sekolah. Bagi calon siswa baru yang belum beruntung masuk tes tahun ini yang di 2 sekolah unggul, masih bisa mendaftarkan di 4 sekolah yang lain seperti SMA 2, SMA 4, SMA 5 dan SMA 6 yang reguler.
“Artinya, tingkat harapan orang tua dan anak ketika belum bisa berhasil di Sekolah unggul masih punya kesempatan kedua untuk mendaftar di sekolah reguler dan bagi yang sudah di terima secara otomatis terkunci untuk mendaftar di SMA lain,” ujar Ibnu.
Ia menjelaskan, SMA N 1 Metro kuota semuanya ada 10 rombel, masing-masing rombel ada 36 dan jumlah total 360 siswa baru, yang terbagi melalui 4 jalur penerimaan yang terbagi prestasi 35%, domisili 30%, afirmasi 30%, dan mutasi 5%.
Berikut jumlah total keseluruhan yang mengikuti SPMB di SMA N 1 Kota Metro:
1. Jalur prestasi, kuota 126 jumlah pendaftar 764, Belum diverifikasi 37, ditolak 345, diterima 392.
2. Jalur domisili, kuota 108, jumlah pendaftar 571, belum diverifikasi 3, ditolak 133, di terima 435.
3. Jalur Afirmasi, kuota 108 jumblah pendaftar 122, belum diverifikasi 1, ditolak 17, diterima 104.
4. Jalur mutasi, kuota 11, jumlah pendaftar 6, belum diverifikasi 1, ditolak 5, diterima 0.
5. jalur Mutasi Anak guru, kuota 7, jumlah pendaftar 4, belum diverifikasi 0, ditolak 1, diterima 3.
Dengan Total keseluruhan. Jumlah kuota 360, jumlah pendaftar 1477, belum diverifikasi 42, ditolak 501, diterima 934.
“Alhamdulillah dari semua jalur itu, sampai dengan tadi malam jumlah pendaftar yang terdata di sistem sebanyak 1.477 pendaftar,” imbuhnya.
“Dari 1477 pendaftar itu yang diterima secara sistem sebagai calon peserta untuk ikut tes sebanyak 800 peserta, nanti anak-anak yang sudah memiliki jalur prestasi dan domisili akan diseleksi berdasarkan tes TPA (tes potensi akademik). Selain itu, Pada sistem jalur domisili hanya sebagai syarat untuk mendaftar, untuk seleksi nya tetap menggunakan sistem tes,”ucap Ibnu.
“Jangan khawatir kalau ada orang yang rumahnya agak jauh dari SMA N 1 tetapi masih dalam batas zonasi tidak usah khawatir bersaing dengan yang jaraknya terdekat, memang di aplikasi itu hanya memuat sejumlah kuota,” jelasnya.
Ia juga mengungkap, kemarin masyarakat banyak yang bertanya-tanya, kok anak saya terpental padahal belum seleksi, jadi yang jelas sistem itu hanya memuat sebanyak 108 jalur domisili karena yang ditampilkan hanya 108.
“Masyarakat tidak usah khawatir, jika memang tidak muncul di aplikasi, mereka tetap bisa tes karena bisa membuka waiting list dibawah nya, karena sistem seleksi di sistem belum dilaksanakan, satu-satunya alat ukur adalah jarak dan penentunya adalah hasil tes pada tanggal 8 atau 9,” papar Ibnu.
“Kita selaku kepala sekolah maupun satuan pendidikan sudah tidak ada lagi main-main. Saya memastikan kepada seluruh calon orang tua, warga serta masyarakat bahwa mulai 2 tahun ini Pemerintah Provinsi Lampung sistem SPMB nya sudah clear no titip no justice,” tegasnya.
Ia menekankan, kepada seluruh panitia, guru dan operator bahwa tidak ada lagi titipan tidak ada lagi gratifikasi.
“Kalaupun memang ada yang terbukti melaksanakan kecurangan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung akan memastikan diberikan sanksi tegas,” tambahnya.
Terkait kendala mengikuti SPMB 2026, Ia mengungkapkan, waktu sangat mepet bersamaan dengan pengumuman kelulusan.
“Sistem itu di buka pada tanggal pendaftaran 2-5 sementara sekolah negeri di Metro itu rata-rata tanggal 3 baru bagi rapot dan sekolah swasta tanggal 2, pengumuman kelulusan dan pengumuman peringkat paralel,”jelas Ibnu.
Ia menambahkan, Kendala yang dialami oleh orang tua murid ialah efektif waktu mendaftarnya. Pendaftaran baru mulai Tanggal 3 siang, bagi sekolah yang sudah menyiapkan peringkat paralel bisa langsung digunakan.
Selain itu, kendala berikutnya ada beberapa pondok pesantren yang sampai dengan hari terakhir itu belum bisa memberikan keterangan peringkat paralel termasuk raport dan SKL.
“Padahal itu digunakan untuk mendaftar jalur prestasi yang merupakan sarat utama. Mereka sangat disayang waktunya mepet, ketika hari Jum’at begitu mereka kepondok, pondok nya tutup karena libur jadi mereka tidak ketemu siapa-siapa,”pungkas Ibnu. | (Arif)
