Jihan Nurlela Menduga Tambak Terbengkalai Jadi Pemicu Tingginya Kasus Malaria

LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan bahwa upaya eliminasi malaria di Provinsi Lampung masih menghadapi tantangan serius. Dari 15 kabupaten/kota yang telah berhasil mencapai status eliminasi malaria, masih terdapat satu daerah yang menjadi pekerjaan rumah, yakni Kabupaten Pesawaran yang hingga kini masih berstatus endemis malaria.

Jihan menyebut, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Kabupaten Pesawaran dapat segera mencapai eliminasi malaria sebagai bagian dari dukungan terhadap target nasional eliminasi malaria pada tahun 2030.

Ia menduga, bahwa persoalan utama bukan semata-mata pada layanan kesehatan, melainkan keberadaan habitat nyamuk Anopheles yang berkembang biak di tambak-tambak tidak fungsional. Tambak yang terbengkalai, tanpa pengeringan berkala maupun pengelolaan yang baik, menjadi tempat ideal bagi perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.

Hingga Juni tahun ini, tercatat sekitar 1.200 kasus malaria di Provinsi Lampung, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Pesawaran.

Karena sebagian besar tambak tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, Jihan menegaskan, pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Langkah yang akan dilakukan meliputi edukasi kepada masyarakat, peningkatan pengelolaan tambak, serta penanganan lingkungan guna memutus mata rantai penyebaran malaria.

“Sebagus apa pun fasilitas kesehatan dan layanan pengobatan yang disiapkan, apabila sumber penularannya tidak diselesaikan, maka kasus malaria akan terus muncul,” terangnya. (NR/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *