LAMPUNG – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan nasional sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Salah satu hal yang menjadi sorotan utama adalah capaian di sektor pangan. Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama dalam satu tahun terakhir.
Pemerintah, kata dia, masih akan terus berupaya mewujudkan swasembada komoditas yang belum tercapai, termasuk bawang putih serta daging sapi dan kerbau.
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI-Polri, koperasi, dan seluruh pihak yang dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan negara. Bangsa Indonesia, kata Prabowo, tidak boleh merasa rendah diri dan harus memiliki keyakinan untuk mampu mencapai berbagai target besar.
Selain sektor pangan, Presiden menyoroti potensi kelautan Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 Kampung Nelayan Modern hingga akhir 2026 serta pembangunan kapal perikanan modern untuk memperkuat armada nasional.
Prabowo juga menekankan penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 koperasi dapat berdiri dan beroperasi secara optimal di seluruh Indonesia pada akhir 2026.
Koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok sekaligus mencegah terjadinya permainan distribusi oleh spekulan maupun kartel.
Di sektor BUMN, Prabowo menyampaikan langkah restrukturisasi dan efisiensi besar-besaran. Pemerintah disebut telah menutup sejumlah BUMN yang dinilai tidak produktif dan menargetkan jumlah BUMN yang dipertahankan ke depan hanya perusahaan yang benar-benar produktif serta mampu memberikan nilai tambah bagi negara.
Efisiensi tersebut, menurut Prabowo, telah memberikan penghematan biaya operasional hingga puluhan triliun rupiah.
Penghematan itu selanjutnya diarahkan untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa BUMN merupakan aset milik rakyat sehingga harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menekankan tidak boleh ada penyalahgunaan kekayaan negara untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Penertiban aktivitas pertambangan ilegal turut menjadi perhatian Presiden. Pemerintah disebut telah mengambil tindakan terhadap tambang ilegal, termasuk tambang timah di Bangka Belitung. Langkah tersebut dinilai berdampak terhadap peningkatan kinerja perusahaan negara dan penerimaan negara.
Dalam pidatonya, Prabowo juga memaparkan peningkatan kinerja sejumlah BUMN, termasuk perusahaan di sektor semen, pupuk, energi, pergadaian, pelabuhan, perkebunan, hingga penerbangan.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi manipulasi angka maupun laporan keuangan. Menurutnya, transparansi dan akurasi laporan keuangan menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola BUMN yang sehat.
Selanjutnya, pemerintah akan terus mendorong hilirisasi sumber daya alam. Sejumlah proyek strategis telah diarahkan untuk mengolah komoditas seperti batu bara, tembaga, emas, garam industri, alumina, aluminium, hingga pengolahan sampah menjadi energi.
Prabowo juga menyoroti pengembangan Bank Emas Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah kekayaan alam dan memperkuat pembiayaan nasional.
Di bidang perdagangan, pemerintah juga memperkuat pengawasan ekspor komoditas strategis melalui sistem yang memungkinkan pergerakan barang dan devisa hasil ekspor dipantau secara lebih transparan.
Sementara di sektor ekonomi rakyat, pemerintah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pengemudi ojek online dan kurir. Pemerintah mendorong skema pembagian hasil yang lebih adil agar pendapatan pekerja mandiri tersebut dapat meningkat.
Prabowo kemudian memaparkan sejumlah program sosial dan pembangunan sumber daya manusia, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut disebut sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda.
Di bidang pendidikan, pemerintah terus memperluas renovasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta pengajaran bahasa asing. Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Program pendidikan unggulan seperti Sekolah Rakyat, SMA Taruna, dan Beasiswa Garuda juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas kepada anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Di sektor kesehatan, Prabowo menyoroti Program Cek Kesehatan Gratis, pemerataan rumah sakit dan puskesmas, serta penanganan kekurangan tenaga medis. Pemerintah juga terus memperluas pendidikan dokter umum, dokter gigi, serta dokter spesialis untuk mengatasi ketimpangan layanan kesehatan antardaerah.
Pemerintah turut memperkuat digitalisasi bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Prabowo menegaskan bahwa masyarakat miskin tidak seharusnya dibebani biaya maupun proses administrasi yang rumit untuk memperoleh hak bantuan dari negara.
Selain itu, sektor perumahan rakyat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan. Pemerintah terus menyalurkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni serta memperluas akses pembiayaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Indonesia merupakan estafet perjuangan yang telah dirintis oleh para pemimpin bangsa sebelumnya. Karena itu, pemerintah saat ini memiliki tugas untuk melanjutkan, memperbaiki, dan menyempurnakan berbagai program yang telah berjalan.
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan membuktikan bahwa demokrasi Pancasila mampu menghadirkan kesejahteraan serta keadilan sosial.

“Republik ini didirikan agar tidak boleh ada satu pun rakyat Indonesia yang merasa berjuang sendirian,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa tugas pemerintah bukan hanya menjaga Indonesia tetap berdiri sebagai sebuah negara, tetapi memastikan kemakmuran dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
