BANDAR LAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW (21/2) – Setelah tahun lalu memberikan alat bantu pendengaran kepada 558 penyandang tuna rungu di Provinsi Lampung, Foundation asal Amerika Serikat (AS) atau Starkey Hearing Foundation (SHF) akan menyambangi Provinsi Lampung kembali, Kamis (21/2/2019).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, kedatangan SHF ke Lampung kali kedua untuk melihat perkembangan 558 penyandang tuna rungu dan wicara yang telah mendapatkan bantuan alat pendengaran pada Desember 2018 lalu.
“Pada tahun kemarin, Lampung mendapat bantuan alat pendengaran kepada penyandang disabilitas khususnya tuna rungu. Bantuan itu bertepatan dengan hari disabilitas internasional. Mereka kembali ingin memeriksa perkembangan 558 penyandang tuna rungu yang mendapatkan bantuan alat pendengaran,” jelas Sumarju.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan SHF juga kembali ingin memberikan bantuan alat pendengaran kepada penyandang tuna rungu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni
“Kemungkinan untuk mendapatkan bantuan kembali dari Starkey Hearing Foundation masih terbuka lebar. Asalkan, penyandang tunarungu yang belum mendapatkan bantuan bisa mendaftarkan ke komunitas Lampung mendengar,” kata dia.
Sumarju menjelaskan Alat Bantu Dengar adalah alat bantu yang di gunakan oleh seseorang dengan gangguan dengar (Tuli) untuk mendengar, perkembangan teknologi alat bantu mendengar saat ini sudah mampu memproduksi alat bantu mendengar yang dapat digunakan pada penderita gangguan mendengar ringan, sedang, berat bahkan sangat berat, kecuali pada kasus kasus tertentu, sehingga dengan menggunakan alat bantu dengar yang tepat banyak sekali anak anak tunarungu dan masyarakat dapat terbantu dalam mendengar.
“Jadi, Starkey Hearing Foundation itu tidak hanya membantu memberikan alat dengar saja, namun juga memeriksa kondisi penyandang tuna rungu juga,” kata dia
Program ini bisa berjalan berkat kerjasama antara Komunitas Lampung Mendengar sebagai organisasi orang tua dari anak yang memiliki gangguan pendengaran dibawa naungan dinas sosial, bekerjasama dengan Starkey Foundation. (FA)
