BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Penyebab masih banyaknya masuk alat komunikasi salah satu diantaranya lemahnya alat pelacak atau alat pendeteksi pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA, Rajabasa, Bandarlampung.
“Banyak faktor penyebab masuknya handphone lantaran kurangnya atau minimnya alat seperti alat deteksi. Coba kalau kita ada alatnya seperti polisi dan BNNP, pasti bisa tahu dumana ada titiknya,” ujar Kepala Lapas, Sujonggo, Senin (13/9).
Meskipun demikian, lanjut Sujonggo, pihaknya sudah pernah meminta atau mengajukan alat tersebut. Namun, karena banyaknya pelaku penyalahgunaan narkoba sehingga seluruh lapas se-Indonesia dimungkinkan akan memiliki alat tersebut.
“Di Indonesia ini penyalahgunaan narkotika perbandingannya 50% plus satu, jadi kalau minta alat tersebut bukan hanya Lapas Rajabasa saja pasti seluruh lembaga juga minta,” jelasnya.
Selain itu, tambahnya, diantara penyalahgunaan narkotika diantaranya berperan sebagai pengguna. Bahkan, katanya, jika para pelaku tidak memakai sekali, maka mereka akan mencari bagaimanapun caranya.
“Oleh karena itu, saya melarang petugas saya yang sedang tidak bertugas untuk masuk kedalam lapas. Hal itu saya lakukan, untuk menghindari masuknya barang-barang yang tidak kita inginkan. Kecuali memang atas izin saya,” tutupnya. (adm/rf)
