BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – PT. Summit Oto Finance (PT. SOF) Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung, bungkam soal dugaan akrobat penipuan yang dilakukan oleh 2 sales marketing.
Hal itu terkesan pihak PT. SOF menutup-tutupi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait dugaan penipuan tersebut kepada pihak Oto Finance, Rabu (12/9).
Saat awak media mendatangi Kantor Oto Finance, petugas satpam di lokasi meminta agar menunggu lantaran Kepala Operasional Oto Finance, Safqn Adam Ateven sedang ada tamu.
“Tunggu sebentar pak, sedang ada tamu,” katanya kepada awak media, Rabu (12/9).
Selang waktu 2 jam, petugas satpam kemudian meminta awak media naik ke lantai 2. Sesampai di lantai 2, Kepala Marketing yang diketahui bernama Sukron meminta kembali menunggu.
“Tunggu sebentar ya pak, sedang ada tamu,” ucapnya.
Tidak sampai situ, usai 1 jam menunggu, Sukron kemudian memberikan kabar kepada awak media bahwa yang bersangkutan (Afan) sedang berada diluar.
“Mohon maaf pak, pak Afan sedang berada di luar. Bisa dateng besok lagi atau menunggu,” tutupnya.
Kucing-kucingan yang dilakukan oleh pegawai Oto Finance tersebut terkesan tak ingin mau menemui awak media. Mereka lebih memilih sikap tertutup dari pada memberikan klarifikasi atas dugaan penipuan yang dilakukan Oto Finance terhadap kreditur.
Diketahui, sales Summit Oto Finance (SOF) Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung, diduga telah melakukan penipuan atas pengajuan kredit sepeda motor.
Penipuan tersebut diungkapkan oleh korban yang diketahui bernama Agus Andriayansyah warga Bandarlampung.
Dalam peristiwa itu, Agus menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya ingin membeli kendaraan sepeda motor dengan cara kredit melalui sales Oto Finance yang diketahui bernama Nadi.
“Saya sudah membayar uang muka sebesar Rp1,2 juta setelah sales tersebut menjelaskan prosedurnya,” ujarnya.
Tak sampai disitu, lanjutnya, esok harinya Nadi bersama Cahyadi selaku sales Oto Finance mendatangi kediamannya dan menyarankan agar membayar uang deposit sebesar Rp500 ribu untuk pertama. Dari Rp500 ribu tersebut, masih ada kekurangan Rp220 ribu yang harus dibayarkan.
“Jadi motornya belum juga bisa di kirim lantaran masih ada kekurangan Rp220 ribu,” katanya. (adm/rf)
