ICMI Solusi Masalah Bangsa

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Presiden Joko Widodo berharap Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mampu berkontribusi mewujudkan masyarakat madani, berkarakter, bertakwa, dan berdaya saing tinggi.

Menurut Kepala Negara, ICMI berperan sentral atas pentingnya persatuan, kerukunan, dan persaudaraan, karena Indonesia terdiri dari berbagai suku serta agama.

“Saya yakin ICMI mampu muwujudkan masyarakat Indonesia yang berkarakter, bertakwa, dan berdaya saing tinggi,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad Ke-28 ICMI, di Mahligai Agung Convention Hall, Pascasarjana Unversitas Bandar Lampung (UBL), Bandarlampung, Kamis (6/12) malam.

Pembukaan ditandai penulisan pesan di atas kain kanvas untuk kemajuan ICMI. Silaknas ini juga diisi deklarasi pembentukan Ikatan Cendikiawan Muslim Asia Tenggara (ICMA)

Presiden Jokowi mengatakan ICMI bukan sembarang organisasi masyarakat (Ormas). ICMI adalah kumpulan cendikiawan Muslim yang memegang teguh nilai keislaman dan sekaligus sebagai cendeikiawan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hal ini berarti ICMI merupakan tempat berkumpulnya orang-orang hebat,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyampaikan sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia bukan hanya dilihat dari sisi kuantitas, tetapi juga harus didukung dengan kualitas insan, khususnya yang terhimpun dalam ICMI.

“Diharapkan melalui Silaknas ICMI, mampu melahirkan pemikiran yang membawa terobosan dalam membangun sumber daya insan yang berkualitas sebagai negara muslim yang dimotori ICMI,” kata gubernur.

Pada bagian lain, Ketua ICMI Pusat Jimly Asshiddiqie menyampaikan ICMI memiliki peran penting dalam mewujudkan insan yang memiliki imtaq dan iptek, serta mampu menyebarkan agama Islam yang damai.

“ICMI berperan sebagai pilar penopang kemajuan peradaban bangsa, dan memancarkan kesadaran akan pentingnya penguasaan imtaq dan iptek,” kata Jimly. (ls/rf)