Kesal Dengan Pernyataan Yusuf Kohar,Lurah Se Kota Bandar Lampung Klarifikasi dan Menuntut Yusuf Kohar Minta Maaf.

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (22/1) – Merasa kesal dengan pernyataan wakil walikota Bandarlampung M. Yusuf Kohar yang menimbulkan ke gaduhan dan mengandung emosi ketidak percayaan, serta mengujar kebencian kepada lurah yang dapat memprovokasi masyarakat lewat media sosial youtube,media online,media cetak,dll Forum lurah se kota Bandarlampung menyambangi Pers room Forwako, Rabu, (22/1/2020).

Kedatangan lurah se kota Bandarlampung yang di ketuai oleh lurah Tanjung Gading Rosbandi ini tak lain untuk mengklarifikasi pernyataan M. Yusuf Kohar tentang carut marutnya pendataan dan pendistribusian program PKH.

” Kami berkumpul disini atas inisiatif sendiri. Tidak ada yang mengkoordinir, hanya karena merasa keterpanggilan kita sebagai lurah kota Bandarlampung yang mendapatkan informasi yang memang perlu kita luruskan dan informasi itu datangnya dari wakil walikota, ” terang lurah panjang Sutomo.

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait dengan carut marutnya pendataan dan pendistribusian PKH, bahwa landasan operasional program ini, pendataan ini dilakukan oleh Institusi Badan Pusat Statistik (BPS) yang di lakukan pada tahun 2011.

” Setelah mendapatkan data dari BPS, ada petugas dari kementerian sosial yang mengeskusi data itu, yang menterjemahkan data itu sehingga Keluarlah setiap kelurahan itu sebagaimana data yang diterima oleh setiap kelurahan saat ini. Jadi peran lurah pada program ini lurah tinggal menunggu perivikasi dari petugas kementerian sosial pusat yang turun di masyarakat yang didampingi oleh Petugas Sosial Kecamatan (PSM). PSM ini secara tekhnis dan secara detail menguasai, “imbuhnya.

Dengan adanya pernyataan klarifikasi ini ia berharap situasi ini bisa meredahkan kegaduhan dan kerancuan di kalangan masyarakat.

” Di masyarakat tidak ada saling menyalahkan, masyarakat bisa saling memahami, tidak ada saling mencurigai baik RT, lurah , maupun camat. Maka secara moral lurah se kota Bandarlampung merasa perlu untuk mengklarifikasi ini semua untuk menentramkan masyarakat di wilayahnya masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Kota Baru Andi dengan lantang mengatakan dengan adanya Forum lurah ini, ia meminta agar M. Yusuf Kohar meminta maaf secara langsung ataupun tidak langsung untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada lurah se kota Bandarlampung.

“Karena ketersinggungan kami, sakit hati kami, tidak bisa termaafkan jika tidak ada ungkapan maaf dan komfirmasi dari beliau (Red Yusuf Kohar) kepada warga masyarakat,” katanya.

Karena menurutnya komfirmasi dari Yusuf Kohar itulah yang akan menjadikan aset kekuatan masyarakat bahwa hal itu tidak benar.

Dengan demikian, sebanyak 126 lurah se kota Bandarlampung sangat menyayangkan perkataan wakil walikota M. Yusuf Kohar dan meminta agar M. Yusuf Kohar meminta maaf dan mengkomfirmasi pernyataannya kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan. (din/rf)