BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (22/1) – Festival Gitar Klasik Lampung secara resmi di buka oleh Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN, MM., di Tugu Adipura, pada pukul 19.30 wib, Selasa malam, (21/1/2020).
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekda Kota Bandarlampung, Asisten I, Asisten II, Asisten III, Ka. OPD beserta sekretaris, Kabag, dan Camat beserta Sekcam.
Dalam sambutanya, orang nomor satu di kota Bandarlampung ini mengatakan bahwa kegiatan Festival Gitar Klasik Lampung ini tak lain bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya Lampung.
“Dimana kita perlu tahu, dimana bumi di pijak di situ langit di junjung. Siapapun yang ada di Lampung, khususnya Bandarlampung harus tahu adat Lampung, dimana pun berada, dan berasal dari provinsi manapun harus melestarikan budaya daerah dan budaya nasional,” kata Herman HN.
Selain mengadakan festival Gitar Klasik Lampung rencananya pemerintah kota Bandarlampung akan mengadakan festival budaya lainnya untuk memperkenalkan budaya nasional di kota Bandarlampung kepada generasi muda.
” Setelah gitar tunggal kita akan mengupayakan festival wayang, mudah-mudahan bulan Februari kita adakan festival wayang disini juga, kita akan adakan festival wayang se-Lampung. Sementara untuk festival Campursari akan di adakan se- kota Bandarlampung, dan akan ada kegiatan daerah lainnya akan kita laksanakan di kota Bandarlampung, ” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata M. Yudhi mengatakan, lomba tersebut diikuti peserta dari seluruh kabupaten/kota di Propinsi Lampung. “Lomba tersebut terbuka untuk umum, dan dinilai oleh tiga dewan juri profesional, yakni: Erizal Barmawi, Syapril Yamin, Andi Syahbana,” katanya.
8
Menurut dia, festival gitar klasik Tahun 2020, merupakan festival dengan jumlah peserta terbanyak. “Festival tersebut diikuti 130 peserta, melebihi target. Karena target kami 100 peserta,” ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Tanggamus dan Lampung Timur. “Selain itu, peserta terjauh berasal dari Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat,” ucapnya.
Yudhi menambahkan, pada perlombaan itu peserta tidak dipungut biaya serta seluruh peserta lomba mendapatkan uang pembinaan dari Walikota Bandarlampung Herman Hn.
Acra ini juga berlangsung selama empat hari dari tanggal 21-24 Januari. (din/rf)
