Eva Dwiana Pembina Apel HUT Pramuka

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandarlampung, Eva Dwiana Herman HN membina apel sekaligus penyematan Tanda Penghargaan Orang Dewasa TPOD.

Apel HUT Pramuka yang bertemakan “Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu Dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara” dilaksanakan di GSG Karya Bhakti Herman HN, Komplek Bumi Perkemahan Cabang Suka Hati Ragom Gawi Kepayang, Rajabasa, Jum’at (14/8).

Turut hadir anggota Mabicab gerakan pramuka Kota Bandarlampung yang terdiri Kapolresta Bandarlampung, Dandim 0410, Ketua Pengadilan Negeri Kota Bandarlampung, para pejabat di lingkungan Kota Bandarlampung, dan diikuti oleh 150 orang peserta dan diikuti secara virtual oleh Kwartir ranting se-Kota Bandarlampung.

Dalam sambutannya, Eva Dwiana mengatakan bahwa peringatan HUT Pramuka ke-59 ini berbeda dengan tahun sebelumnya dikarenakan wabah pandemi Covid-19.

“Tidak memungkinkan untuk melakukan penggalangan seluruh peserta gerakan pramuka diberbagai tingkat pendidikan (Sd, SMP, dan SMA) sampai tingkat pendidikan tinggi, maupun organisasi gerakan pramuka lainya,” katanya.

Dalam perannya, gerakan Kwarcab Kota Bandarlampung bergerak bersama membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan wabah Covid-19. Gerakan Pramuka Kota Bandarlampung terjun langsung bersama para relawan untuk melakukan gerakan sosial.

“Membagikan masker dan hand sanitizer, membentuk satuan tugas relawan pramuka peduli yang tersebar di tiap ranting, membantu menyalurkan bantuan ribuan paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19, serta melakukannya sosialisasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat,” bebernya.

Selain itu, gerakan pramuka juga berperan sebagai “Agen Perubahan” bukan hanya melakukan protokol kesehatan bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan yang lebih luas.

“Disiplin anggota pramuka harus bertempat pada tiga pilar, yaitu disini protokol kesehatan, hidup bersih, menjaga keselamatan diri sendiri,” terangnya.

Menurut Bunda Eva sapaan akrabnya, dengan adanya wabah Covid-19 berbagai gerakan pramuka berskala nasional juga ikut tertunda. Gerakan Pramuka pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan keterampilan bagi siswa/siswi tingkat pendidikan dasar, SMP, dan SMA.

“Oleh karena itu, diharapkan seluruh kegiatan yang tertunda akibat pandemi Covid-19 dapat dilaksanakan setelah situasi dan kondisi Covid-19 pulih seperti sedia kala,” harapnya.

Bunda Eva juga mengajak seluruh potensi anggota pramuka di Kota Bandarlampung untuk menjaga kekompakan, kebersamaan dalam melaksanakan program pemerintah khusus dalam mengendalikan wabah pandemi Covid-19 serta berperan dalam pembangunan daerah dan masyarakat, guna mewujudkan Kota Bandarlampung yang aman, damai, dan sejahtera. (Din/RF)