BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW –Ditengah wabah pandemi virus covid 19 kejahatan konvensional seperti kasus pencemaran kendaraan roda dua (Curanmor) marak terjadi di kota Bandarlampung, Rabu (29/9/2020).
Seperti yang di alami Hendy Tri Prayogo, pria berusia (26) itu terpaksa harus merelakan motor honda vario miliknya BE 4418 WF yang raib saat di parkir di depan kos-kos an di jalan Pelita 2, Labuhanratu.
” Kejadianya tadi pagi, sekitar pukul 05.30 wib, motoe saya hilang dan hanya dipisahkan helm saja, “ungkap Hendy
Ia menjelaskan, saat kejadian dirinya tidak menyadari bahwa motor miliknya tidak ada di tempat parkir semula.
” Saya gak sadar, kebetulan ada kawan yang menanyakan keberadaan motor saya, disitu saya baru tahu motor saya tidak ada ditempat, ” jelasnya.
Sebelum kejadian ini, memang pernah ada orang yang mencurigakan dan sempat di pergoki oleh teman kos saya yang lainnya.
” Sebulan yang lalu, memang pernah ada orang yang masuk dalam pekarangan kos-kosan, padahal pager setinggi 2 meter tersebut sudah di gembok. Karena kepergok rekan saya orangnya langsung kabur, ” terangnya.
Atas kejadian ini, Hendy melaporkan kasus kehilangan motor miliknya yang masih dalam proses angsuran (kredit) di Polsek Kedaton. Kerugian ditafsir sekitar Rp 18 juta.
Di tempat terpisah, tepatnya di daerah pasar tempel wayhalim, aksi curanmor juga sempat terjadi dan terekam oleh kamera cctv rumah warga.
Ani warga setempat, mangatakan kejadian curanmor di pasar tempel ini sudah kerap kali terjadi.
“Ini sudah yang ketiga kalinya, kalau yang pertama kejadianya usai sholat subuh, dan kedua saat ibu-ibu sedang belanja tiba-tiba motor yang di parkir depan warung hilang, dan yang ketiga siang kejadiannya saat orang sudah pulang pasar, ” terangnya.
Untuk itu ia menghimbau kepada semua warga di saat masa pandemi ini harus lebih berhati-hati, lengkapi kendaraan dengan kunci pengaman. (Din/RF)
