BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Pemerintah Kota (Pemkot) bekerjasama dengan 13 Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Bandarlampung, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk melakukan penambahan kapasitas ruang isolasi berserta sarana dan prasarananya, Kamis, (8/7).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Walikota, Deddi Amarullah, usai melaksanakan rapat, di ruang walikota.
“Kami mengikuti instruksi menteri dan intruksi Gubernur Lampung, kaitannya karena Kota Bandarlampung ini sudah masuk ke zona merah oleh karenanya kami mohon partisipasinya dari RS untuk menambah kapasitas, serendah-rendahnya kapasitas untuk RS pemerintah 30% dan RS swasta 20% diikuti dengan penambahan tempat tidur berserta sarana dan prasarananya,” tegasnya.
Menurut dia, semua ini berjalan dengan lancar, beberapa RS yang ada di Kota Bandarlampung ini sudah menambah kapasitas terlebih dahulu.
“Rekan-rekan rupanya sudah menambah jumlah tempat tidurnya terlebih dahulu dan menambah kapasitas, bahkan ada beberapa yang memiliki kebijakan untuk memberhentikan operasi yang tidak terlalu mendesak untuk mengantisipasi kekurangan stok oksigen,” katanya.
Dan kedepannya, Pemkot memiliki kebijakan untuk menambah lahan lagi di RS darurat yakni RS UNILA.
“Jadi nanti lantai dua kapasitasnya 20 atau 30 ruangan, dan ini sedang kita persiapkan. Tentunya ini harus dipersiapkan secara matang, tempat tidur sudah siap, SDM kita ngambil dari kawan-kawan kita di puskesmas, tapi untuk fasilitas lainnya seperti listrik, WC sedang kita kebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk stok oksigen Kota Bandarlampung tidak pernah mengalami kekosongan dan aman.
“Alhamdulilah aman, dan tadi disampaikan kawan-kawan dari rumah sakit stok ada, tapi pemasok dan jika ada permintaan dari mereka selalu siap sehingga tidak ada kekosongan, karena sudah berlangganan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Edwin Rusli mengatakan ada 13 RS rujukan bagi pasien rujukan rumah sakit.
“Total tempat tidur semuanya berjumlah 44 bed, itu belum ditambahkan yang 30%, sementara untuk jumlah nakes saat ini belum ada tambahan dan dirasa masih cukup, jika nanti ada penambahan ruang isolasi maka akan kita ambil dari beberapa puskesmas,” pungkasnya.
Ia menerangkan, untuk stok oksigen sampai hari ini masih cukup, jadi sekarang pemenuhan oksigen itu dinilai setiap hari. “Jadi hari ini cukup, besok pagi dicek lagi cukup,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan jika pasien positif Covid19 dan tidak mengalami keluhan maka bisa melakukan isolasi mandiri, dan bagi pasien positif Covid19 yang mengalami gejala berat bisa langsung datang ke 13 RS rujukan yang ada di Kota Bandarlampung. (Din/AA)
