Eva Hadiri Vaksinasi UIN

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, menghadiri acara vaksinasi yang diadakan di Universitas Islam Negeri (UIN). Sebanyak 200 dosis vaksin ini diberikan untuk keluarga UIN. Selasa (10/8).

“Kegiatan vaksinasi ini memang sudah direncanakan sejak lama, namun karena vaksinnya baru ada jadi baru kita sukseskan sekarang. Kalau universitas lain sudah di bantu oleh pak Kapolres, Polda, dan Dandrem,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Eva meminta agar masyarakat lainnya untuk bersabar, karena sesuai target 7.750 warga masyarakat secara bertahap akan di vaksin.

“Kita serahkan ke kecamatan untuk vaksin kedua, jadi masyarakat yang mau vaksin kedua silahkan datang. Dan ini merupakan tanda bahwa semua masyarakat harus di vaksin,” pinta dia.

Menurut Eva, kedepannya untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar sudah dipersiapkan dan akan dilakukan di enam titik sekolahan serta daftarnya sudah ada.

“InsyaAllah, Minggu depan inikan kita lagi PPKM jadi kita harus hati-hati, tapi semuanya sudah kita siapkan untuk anak-anak,” tutur dia.

Sementara itu rektor UIN, Muhammad Mukri mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas atensi dan prioritas yang diberikan oleh walikota.

“Vaksin ini diberikan untuk keluarga UIN, mulai dari tenaga dosen, pimpinan, OB, Satpam, dan keluarganya. Sebab kalau di rumah sudah vaksin tapi ada keluarga seperti anak, dan lain sebagainya belum, ini bisa menjadi pintu masuk. Jadi sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas atensi kepada ibu walikota,” ucap dia.

Menurut Mukri, kegiatan vaksinasi ini merupakan penyuntikan untuk dosis pertama, jika sebelumnya yang 800 itu sudah selesaikan.

“Alhamdulilah, karena di UIN sudah di vaksin dua kali, yang terkena banyak. Namun, yang meninggal Nauzubillah yah, jadi sehat semuanya. Pada umumnya yang terinfeksi sembuh,” ujar dia.

Ia menjelaskan, dengan adanya vaksinasi ini juga untuk memotivasi masyarakat bahwa tidak ada masalah saat kita melakukan vaksin.

“Sebab banyak Hoax di tengah media sosial, bahwa vaksin itu merupakan rekayasa kelompok tertentu yang ingin memusnahkan penduduk dunia. Tapi yakinlah, kami yang sudah vaksin dua kali ternyata sehat dan lebih conviden,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, banyak keluarga UIN yang terpapar Covid-19.
“Yang terpapar banyak, namun saya gak tahu jumlah persisnya. Tapi Alhamdulillah, hampir semuanya sembuh. Dan ada satu tenaga dosen yang meninggal karena belum vaksin,” ungkap dia. (TSF/AA)