BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Dampak dari kebijakan pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah pengrajin Teri Asin menyebutkan omset dagangan di Pulau Pasaran Kota Bandarlampung mengalami penurunan. Rabu (25/8).
Salah satu pengrajin Teri Asin, Toto Harianto mengatakan, selama PPKM pengirim Teri Asin ke sejumlah kota seperti Jakarta, Medan, Karawang, Cianjur, dan Kali Baru, tidak mengalami kendala, karena Teri Asin termasuk kebutuhan pokok. Sehingga pengiriman lancar.
“Tapi yang menjadi masalah, ketika barang sampai ke tempat penjualan, pembelinya yang kurang. Karena PPKM pembelinya agak terbatas,” kata dia.
Akibat penurunan pembeli, Toto mengaku omsetnya mengalami penurunan hingga 20%.
“Otomatis jika pembali turun, omset juga turun sampai 20%,” ujar dia.
Kalau untuk produksi, lanjut dia, memang tidak terpengaruh oleh adanya PPKM, namun dipengaruhi cuaca.
“Karena pengolahan ikan berdasarkan hasil tangkapan, cuaca saat ini sedang mengalami pancaroba. Jadi penangkapan belum maksimal. Jadi pengolahan tidak ada kendala,” jelas dia.
Sementara untuk harga Teri Asin saat PPKM masih stabil yakni Teri Nasi Rp100-110 ribu per kilogram, Teri Buntio Rp75 ribu per kilogram, dan Teri Jengki Rp50 ribu per kilogram.
“Kalau Cumi Biasa Rp100 ribu per kilogram, sementara Cumi Baby Rp120 ribu per kilogram,” terang dia. (Din/AA).
