Pemkot Tidak Pikirkan Nasib Bakso Sony

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Pemilik Bakso Son Haji Sony, Sony Hadi Sucipto, akhirnya angkat bicara terkait penutupan 18 gerainya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Senin (20/9).

Menurutnya, Pemkot justru tidak memikirkan nasib karyawan Bakso Sony yang jumlahnya ratusan, belum lagi jumlah tanggungannya yang bisa mencapai ribuan orang.

“Bagi saya gak masalah di segel. Alhamdulillah, saya seneng-seneng aja. Yang saya pikirkan ini nasib anak-anak ini, karyawan saya bagaimana? Pengennya kaya mana Pemkot ini, apakah dengan di segel seluruh gerai ini, Pemkot terus merasa bangga? Saya nggak ngerti?” ungkap dia.

Lanjutnya, ia juga menyayangkan sikap Pemkot terutama diawal-awal kepemimpinan Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana.

“Saya masih punya beras untuk satu, dua tahun. Tapi bagaimana dengan mereka? apalagi pandemi kayak ginikan. Jangan mentang-mentang punya kuasa langsung seenaknya aja, ya kalau anak-anak ini nggak dipikirkan apa jadinya? Kalau jadi pemimpin 2 tahun apa nggak bubar ini,” cetus dia.

Bersamaan, salah satu pegawai kasir Bakso Sony, Budi Utomo menjelaskan, bahwa Alat Tapping Box selalu Connect dengan server, jadi semua data yang dimasukkan otomatis akan masuk ke server.

“Jadi kami butuh kejelasan Pemkot, kalau tidak memakai Tapping Box, saya sebagai kasir selalu memakai itu, nggak mungkin ngak,” tegas dia. (TSF/AA)