BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Usai hadir dalam pemeriksaan berkas pajak, Kuasa Hukum Bakso Son Haji Sony, Dedi Setiadi, namun ada kabar bahwa berhalangan hadir untuk menyelesaikan terkait audit pajak, dengan alasan ia sedang berdiskusi dengan kliennya.
Terkesan pihak Bakso Sony takut menjalani proses diaudit tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Yanwardi, saat ditemui di Gedung Semergou. Selasa (28/9).
“Kan janji hari ini jam 10, kata dia ingin kompromi dulu masalah isi dari fakta integritas itu, memang itulah alasannya terus, dan sampai sekarang kami masih menunggu,” kata dia.
Menurutnya, audit yang dilakukan BPPRD merupakan hal biasa, namun pihak bakso sony saja yang merasa ketakutan.
“Kalau masalah dengan BPPRD, Audit itu, sudah biasa sebenernya. Cuma karena ini ketakutan-ketakutan gitukan jadi meluas kemana-mana, padahal ini biasa,” ucap dia.
Sementara pelaksanaan audit, lanjut dia, itu sudah selesai, kami hanya sedang menunggu hasil pemisahan antara dua bentuk barang bakso siap saji dan bakso kemasan.
“Untuk masalah audit sudah selesai. Poin yg satu itu dia masih tetap menggunakan 2 alat Cash Registernya dan Tapping Box, dalam aturan harus memakai Tapping Box. Kalaupun harus memakai Cash Register, diakan ada jual kemasan, kita harus sekat, dan bedakan dengan bakso siap saji yg dimasak disitu,” jelas dia.
Dengan itu, BPPRD tetap menunggu hasil data pajak terkait dengan tidak maksimalnya saat penggunaan Tapping Box.
“Nah itu yang lagi kita duduk bersama, jangan ada kecurigaan, jangan saling menyalahi. Data yang ada, bawa data mereka, data kita sudah ada. Kalau menurut kita, dengan setiap akhir tahun lebih rendah mereka setor ke kita, daripada mereka perhitungan ke pajak pusat. Yang penting sekarang, mereka sudah datang, dan mereka sedang kompromi, dan janjinya hari ini akan menandatangani. Tapi mereka lagi kompromi dari tadi malem, kompromi mereka belum putus-putus, jadi kita menunggu saja,” pungkas dia.
Saat disinggung terkait pengaduan Bakso Sony ke presiden, ia tidak ambil pusing, bahkan ia menilai Bakso Sony membesar-besarkan masalah ini, karena ia menganggap pemerintah itu sewenang-wenang.
“Itu hak mereka, tapi alangkah lucunya gitu loh, kitakan bisa duduk bersama, ayok duduk bersama gitu. Cuma dilihat orangkan ketawa gitukan, ya masyarakat ini lucu amat gitu loh, rupanya mereka membesar-besarkan masalah mungkin, karena kita dianggap sewenang-wenang, kan ini aturan kan,” ujar dia. (TSF/AA)
