Kelurahan Kangkung Tidak Tanggung Jawab

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Seniarti, warga di Jalan Ikan Bawal RT21 LK6 Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras, mengeluhkan tindakan pihak kelurahan yang tidak bertanggung jawab. Kamis (18/11).

Ia menceritakan kepada Lampung Segalow, selama 7 bulan pihak kelurahan tidak membantu membayar iuran bulanan Perusahaan Air Minum (PAM) hingga berakhir dengan pemutusan sambungan oleh pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Waktu pemasangan itu sejak ada acara kampung tangguh. Tiba-tiba ketika sambungan sudah tersambung ke kelurahan, pihak kelurahan baru memberi tahu saya,” kata dia.

Ia menjelaskan, dirinya mengetahui ada tunggakan pembayaran pada Senin (15/11) saat air PAM miliknya diputus. “Surat pembayaran diambil oleh mereka, katanya saya tidak perlu membayar. Kata pihak kelurahan, nanti mereka yang akan membayar, karena bayarannya sedikit. Saya juga punya sumur, ternyata kok tiba-tiba dicabut! Saya juga gak tahu, karena sedang berdagang di pasar,” jelas dia.

Selama 7 bulan menunggak, lanjut dia, pembayaran iuran sejumlah Rp661 ribu ditambah biaya pasangan kemarin Rp150 ribu.

“Saya dikasih sama yang nunggu kelurahan sebanyak Rp200 ribu, Ibu Yuyun Rp100 ribu, dari kelurahan Rp120 ribu, jadi total dari kelurahan Rp420 ribu. Dan ada juga tetangga yang nyumbang Rp50 ribu, jadi sisa kekurangannya, saya semua yang menanggung termasuk biaya pemasangan,” imbuh dia.

Sebelumnya, saya pernah mendatangi kantor kelurahan untuk menanyakan sisa kekurangan yang belum dibayarkan. Namun, pak lurah bilang dirinya tidak memiliki uang.

“Alasannya, Gimana saya gak ada uang? Sampai saya bilang, saya saja yang kuli masih bayar. Ini hanya sekedar uang Rp150 ribu, tapi bapak gak mau bayar. Bahkan, suratnya dikasih lagi ke saya. Saya suruh ngurus, jadi saya kesana- sini sendiri,” terang dia.

Menurut dia, dirinya masih memiliki hutang iuran PAM selama dua bulan, karena uang yang dimilikinya tidak cukup. Total semuanya Rp811 ribu, sementara uangnya hanya Rp520 ribu.

“Kemarin saya ngomong, Pak ini gimana? Ini baru saya bayar 5 bulan karena saya tidak ada uang lagi, berhubungan ini minta biaya pemasangan Rp150 ribu jadi saya tunda dulu yang 2 bulan. Saya hanya membayar 5 bulan, dan sisa uangnya saya gunakan untuk biaya pemasangan, jadi masih ada kekurangan,” ungkap dia.

Setelah itu, pak lurah meminta bawahannya jika memang ada kekurangan agar meminta sumbangan.
“Kalau kurang, nanti kita minta saja sumbangan, namun sekretarisnya tidak mau, karena malu. Dan meminta pak lurah membayar, menggunakan uang pak lurah. Tapi pak lurah berdalih gak punya uang. Aturan mereka ngomong, gimana caranya ini? malah mereka ngasih surat ke saya,” ucap dia. (Din/AA)